Lima Tewas Usai Penjarah Bakar Pabrik saat Protes Chile

    Arpan Rahman - 21 Oktober 2019 11:24 WIB
    Lima Tewas Usai Penjarah Bakar Pabrik saat Protes Chile
    Petugas keamanan Chile melintas di tengah kerusuhan akibat protes. Foto: AFP
    Santiago: Lima orang tewas setelah sebuah pabrik garmen dibakar oleh para penjarah di dekat Ibu Kota Chile, Santiago, di tengah gelombang protes.

    Militer dan polisi menggunakan gas air mata serta meriam air terhadap para demonstran, dan jam malam diberlakukan di sejumlah kota besar.

    Kerusuhan itu, dipicu oleh kenaikan tarif kereta yang sekarang ditangguhkan, telah melebar untuk mencerminkan kemarahan atas biaya hidup dan ketidakadilan.

    Presiden Sebastian Pinera memberikan pembelaan pemerintah atas peristiwa ini.

    "Saya yakin bahwa demokrasi tidak hanya memiliki hak, ia memiliki kewajiban untuk mempertahankan diri menggunakan semua instrumen yang disediakan demokrasi itu sendiri, dan aturan hukum untuk memerangi mereka yang ingin menghancurkannya," katanya setelah pertemuan darurat dengan para pejabat, dikutip dari BBC, Senin 21 Oktober 2019.

    Protes berlanjut di seluruh negeri meskipun keadaan darurat di lima wilayah yang dinyatakan oleh Pinera pada Jumat. Tujuannya memungkinkan pihak berwenang membatasi kebebasan bergerak dan hak mereka untuk berkumpul.

    Ribuan tentara dan tank sudah dikirim ke jalan-jalan ibu kota dan kota-kota lain untuk kali pertama sejak 1990, ketika Chile kembali ke demokrasi setelah kediktatoran Augusto Pinochet.

    Pada Minggu, penjarahan dan pembakaran berlanjut. Pengunjuk rasa membakar lebih banyak bus, menghancurkan stasiun kereta, dan bentrok dengan polisi antihuru-hara.

    Jam malam diberlakukan di wilayah Santiago, Valparaiso, Coquimbo y Biobio. Di Santiago, hampir semua angkutan umum ditangguhkan, penerbangan keluar dari bandara internasional dibatalkan, dan toko-toko tetap tutup.

    Pada Sabtu, tiga orang tewas dalam serangan pembakaran di dua supermarket. Lebih dari 1.400 orang ditahan di seluruh negeri, kata para pejabat, sementara dua orang menderita luka tembak setelah bentrokan dengan polisi.

    Kerusuhan tersebut, yang terburuk dalam beberapa dasawarsa, telah menyingkap perpecahan di negara ini, salah satu yang terkaya di kawasan itu tetapi juga salah satu yang paling tidak setara, dan mengintensifkan reformasi ekonomi.

    Presiden konservatif menunda kenaikan ongkos kereta Santiago pada Sabtu, dengan mengatakan ia mendengarkan "dengan kerendahan hati" untuk "suara saudara-saudara saya".



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id