Indonesia Gali Peluang Ekspor Furnitur ke Amerika Serikat

    Marcheilla Ariesta - 21 April 2019 12:03 WIB
    Indonesia Gali Peluang Ekspor Furnitur ke Amerika Serikat
    Dubes Mahendra (kiri tengah) berbincang dengan CEO NPD Henry Limarta (kanan tengah) di Newark, California. (Foto: KJRI San Francisco)
    San Francisco: Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Mahendra Siregar mengunjungi importir furnitur Indonesia New Pacific Direct (NPD) di Newark, California. Didampingi Konsul Jenderal RI di San Francisco, Simon D.I Soekarno, Mahendra ingin menggali potensi ekspor furnitur Indonesia ke sana.

    Kunjungan dimaksudkan untuk membahas peluang peningkatan ekspor produk furnitur Indonesia ke pasar Amerika Serikat terutama di tengah perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok.

    "Diperoleh gambaran bahwa peluang ekspor produk furnitur Indonesia ke AS lebih terbuka, khususnya produk yang berbasis kayu dan rotan," kata Dubes Mahendra saat berbincang dengan CEO NPD Henry Limarta, dikutip dari keterangan tertulis KJRI San Francisco, yang diterima Medcom.id, Minggu 21 April 2019.

    "Produk furnitur kayu Indonesia masih kompetitif. Dalam situasi di mana pemerintah AS menerapkan tarif impor untuk produk-produk Tiongkok, maka terdapat peluang bagi Indonesia untuk mengisi penurunan impor furnitur AS dari RRT. Tentu saja dalam hal ini Indonesia harus bersaing dengan negara lain terutama Vietnam," imbuhnya.

    Sementara itu, Limarta mengatakan bahwa peningkatan penjualan melalui situs online cukup besar saat ini, yakni mencapai 30 persen total penjualan. "Namun fasilitas warehouse yang luas yang dimiliki oleh NPD memposisikannya dengan baik dalam penjualan melalui online itu," terangnya.

    Dubes Mahendra menyambut baik peluang meningkatnya produk furnitur Indonesia ke AS. Indonesia siap untuk menjadi tempat relokasi produksi dari RRT ke Indonesia. 

    "Penting bagi semua importir ke AS untuk memperoleh sumber pasokannya dari beberapa negara lain secara berimbang, sehingga tidak mengalami risiko jika terjadi masalah perdagangan seperti situasi AS-Tiongkok saat ini," tuturnya.

    NPD merupakan importir furnitur Indonesia yang didirikan sejak 2000. Awalnya NPD hanya mengimpor produk furnitur dari Indonesia, namun melihat pasar furnitur AS yang masih terbuka luas, NPD juga memperluas wilayahnya.

    Kini produk-produk furnitur asal Tiongkok, Vietnam dan India juga diimpor oleh NPD. Bahkan impor dari Negeri Tirai Bambu menjadi 60 persen dari seluruh impor perusahaan itu sampai 2018. 

    Produk yang dimpor NPD dipasarkan secara grosir ke AS, Kanada dan Mexico. Setiap tahunnya impor produk furnitur Indonesia oleh NPD sekitar 90 kontainer dengan nilai USD2,5 juta atau sekitar Rp35 miliar.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id