AS Janji Akan Terus Pimpin Perang Lawan ISIS

    Medcom - 15 November 2019 16:04 WIB
    AS Janji Akan Terus Pimpin Perang Lawan ISIS
    Menlu AS Mike Pompeo (tengah) memastikan kepada sekutunya, akan tetap serang ISIS. Foto: AFP
    Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berjanji bahwa AS akan terus memerangi kelompok Negara Islam (ISIS). Ungkapannya diutarakan untuk meyakinkan sekutu yang khawatir akan komitmen AS.

    "AS akan terus memimpin koalisi dan dunia dalam upaya keamanan esensial ini," ujar Pompeo ketika ia membuka diskusi pembicaraan di Washington.

    Para menteri luar negeri atau petinggi senior lainnya yang datang dari 31 negara menuju Washington untuk menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Prancis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah secara mengejutkan.

    Pompeo sedikit berkutat pada keputusan Trump dengan mengatakan bahwa pasukan AS diposisikan untuk "memastikan ISIS tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua," yang diduga akan menggunakan alternatif pemimpin baru.

    Dia menyoroti serangan pada 26 Oktober oleh pasukan AS yang membunuh kepala kelompok teror Abu Bakr al-Baghdadi serta para pemimpin gerakan lainnya.

    "Tanyakan kepada mereka apakah ada defisit kepemimpinan Amerika dalam memerangi ISIS," ucap Pompeo dengan sinis, dirilis dari AFP, Jumat, 15 November 2019.

    Pompeo mendesak komitmen lebih dari sekutu Eropa baik untuk mendanai program stabilisasi di Suriah maupun mengambil kembali warga negara mereka yang bergabung dengan ISIS.

    "Anggota koalisi harus mengambil kembali ribuan penyerang teroris asing dalam tahanan dan memaksakan pertanggungjawaban atas kekejaman yang mereka lakukan," sebut Pompeo.

    “Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka!" tegas dia.

    Selain itu, sekutu seperti Prancis dan Inggris memiliki sangat sedikit keinginan untuk membawa kembali para ekstremis yang bertekad menciptakan kerusuhan di negaranya dan pindah dengan sebagian dari mereka menanggalkan kewarganegaraan.

    Sebaliknya, Prancis bekerja sama dengan tetangganya Irak dalam menangani penuntutan militan asing. Pasukan Demokrat Suriah yang dipimpin Kurdi memenjarakan para militan di Suriah setelah menjadi ujung tombak perjuangan melawan ISIS.

    Namun, para petinggi AS mengatakan bahwa puluhan ekstremis tetap tidak terhitung setelah invansi Turki, dan keputusan penarikan Trump, yang menyerbu Suriah untuk menyerang gerilyawan Kurdi terkait dengan separatis di wilayah kawasannya.





    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id