Bolivia Loloskan RUU untuk Gelar Pemilu Tanpa Morales

    Willy Haryono - 24 November 2019 19:08 WIB
    Bolivia Loloskan RUU untuk Gelar Pemilu Tanpa Morales
    Presiden interim Bolivia Jeanine Anez melambaikan tangannya di La Paz, 12 November 2019. (Foto: AFP/AIZAR RALDES)
    La Paz: Kongres Bolivia telah meloloskan sebuah rancangan undang-undang yang membuka pintu menuju pemilihan umum baru tanpa melibatkan mantan presiden Evo Morales, Sabtu 23 November. Hal ini terjadi di tengah masih bergulirnya aksi protes yang dimulai sejak bulan lalu.

    Sedikitnya 32 orang tewas dalam aksi kekerasan terkait sengketa pemilu di Bolivia sejak 20 Oktober. Aksi blokade yang dilakukan sejumlah demonstran telah memicu krisis bahan bakar dan juga makanan di La Paz dan beberapa kota lainnya.

    RUU ini akhirnya disepakati setelah sebuah sesi di Kongres Bolivia berlangsung selama berjam-jam. RUU ini akan dikirim ke presiden interim Bolivia Jeanine Anez, yang sebelumnya telah berkata akan menandatanganinya agar resmi menjadi UU.

    Lewat UU ini, maka hasil pemilu Bolivia pada 20 Oktober lalu dibatalkan sehingga proses pemungutan suara terbaru dapat dilaksanakan. UU ini melarang kandidat yang telah dua kali menjadi presiden, sehingga Morales otomatis tidak bisa berpartisipasi.

    Dikutip dari France 24, Minggu 24 November 2019, nantinya Kongres Bolivia harus membentuk sebuah badan elektoral baru yang beranggotakan tujuh orang. Para anggota lama badan elektoral tersebut telah disingkirkan atas dugaan manipulasi suara.

    Badan elektoral baru Bolivia nantinya akan menentukan tanggal pemilu. Sejak mendeklarasikan diri sebagai presiden interim, Anez telah berjanji akan segera menggelar pemilu demi memulihkan situasi di Bolivia.

    Selain meloloskan RUU untuk pemilu, pemerintah Bolivia telah menolak RUU Amnesti yang dibuat saat Morales masih berkuasa.

    Penolakan dilakukan usai otoritas hukum Bolivia di bawah Anez membuka penyelidikan kasus dugaan terorisme dan juga penghasutan terhadap Morales yang mencari suaka di Meksiko.
     
    Morales dituding telah melanggar hukum karena pernah memerintahkan adanya blokade agar pasokan makanan tidak dapat masuk ke sejumlah kota di tengah gelombang unjuk rasa di Bolivia. Ia juga dituduh telah menghasut sejumlah orang untuk bergerak dari wilayah pedesaan ke ibu kota.

    UU Amnesti dikenalkan Partai Gerakan Sosialisme (MAS) milik Morales. UU ini ditolak karena MAS kini sudah menjadi pihak oposisi di senat Bolivia.

    Aksi protes di Bolivia sejak bulan lalu dipicu tuduhan oposisi bahwa Morales berbuat curang dalam pemilihan umum. Morales kemudian mengundurkan diri di tengah desakan kuat terhadap dirinya. Morales kemudian pergi ke Meksiko usai mendapat suaka.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id