Trump Kesal Mantan Dubes Tolak Gantung Foto Presiden

    Willy Haryono - 23 November 2019 13:09 WIB
    Trump Kesal Mantan Dubes Tolak Gantung Foto Presiden
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Kiev: Donald Trump menyerang seorang saksi mata dalam penyelidikan pemakzulan, dengan mengklaim mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Ukraina itu menolak menggantung foto presiden di kantor kedubes di Kiev.

    Marie Yovanovitch bersaksi atas pemakzulan Trump pekan kemarin. Ia mengaku dipecat presiden atas "klaim palsu" oleh sekelompok orang yang memiliki "beragam motif." Ia adalah satu dari 12 saksi mata yang bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan Trump.

    Dalam panggilan telepon ke program televisi Fox and Friends pada Jumat pagi, Trump membela keputusannya memecat Yovanovitch.

    "Duta besar ini, yang orang-orang sebut sebagai sosok luar biasa, dia tidak mau menggantung foto saya di kedutaan," ungkap Trump, dikutip dari BBC, Jumat 22 November 2019.

    "Dia mengatakan hal-hal buruk mengenai saya, dia tidak mau membela saya, dan saya punya hak untuk mengganti seorang duta besar," sambungnya.

    "Sudah merupakan ketentuan bahwa foto presiden Amerika Serikat digantung di kedutaan. Wanita ini bukan seorang malaikat," sebut Trump.

    Ini bukan kali pertamanya Trump menyerang Yovanovitch. Ia melontarkan kata-kata bernada "serangan" via Twitter saat Yovanovitch sedang bersaksi di hadapan Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat AS.

    Partai Demokrat menilai serangan Trump di media sosial bisa dikatakan sebagai bentuk intimidasi terhadap saksi.

    Yovanovitch, seorang diplomat veteran AS, dipecat dari jabatannya sebagai Dubes AS pada Mei lalu atas alasan yang tidak jelas. Dalam kesaksiannya, ia membantah tuduhan bahwa dirinya tidak loyal terhadap presiden AS.

    Penyelidikan pemakzulan Trump dimulai usai seorang pembocor rahasia atau whistleblower melayangkan keluhan formal berisi tudingan bahwa Trump telah meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak dari politikus Demokrat Joe Biden.

    Trump diduga meminta bantuan Zelenskiy demi mencoreng nama Joe Biden, tokoh yang disebut-sebut akan menjadi penantang serius dalam pemilihan umum presiden AS 2020.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id