Mantan Agen CIA Dipenjara usai Jadi Mata-Mata Tiongkok

    Arpan Rahman - 19 Mei 2019 15:25 WIB
    Mantan Agen CIA Dipenjara usai Jadi Mata-Mata Tiongkok
    Kevin Mallory. (Foto: HANDOUT/AFP/Getty Images)
    Alexandria: Mantan agen Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dijatuhi vonis 20 tahun penjara usai terbukti pernah menjadi mata-mata Tiongkok. Kevin Mallory juga dijebloskan ke balik jeruji besi karena membongkar identitas beberapa agen CIA yang pernah berada di bawah tanggung jawabnya.

    Berasal dari Leesburg, Virginia, pria 62 tahun itu didakwa tahun lalu di bawah Undang-Undang Espionase. Dakwaan dilayangkan usai Mallory menyerahkan informasi rahasia kepada beberapa agen intelijen Tiongkok dengan imbalan USD25 ribu (setara 363 juta).

    Dikutip dari laman Sky News, Sabtu 18 Mei 2019, jaksa penuntut umum awalnya berusaha mendorong vonis penjara seumur hidup kepada Mallory. Namun pengacara Mallory meminta agar hukuman kliennya tidak lebih dari 10 tahun penjara.

    Dalam persidangan di Alexandria, terungkap fakta bahwa Mallory ditangkap petugas dalam sesi pemeriksaan penumpang di Bandara Internasional O'Hare di Chicago, AS, pada April 2017.

    Kala itu, Mallory baru saja pulang dari Shanghai, Tiongkok, bersama anaknya. Petugas bea cukai kemudian menemukan uang tunai milik Mallory senilai USD16.500 atau setara Rp239 juta yang statusnya belum dilaporkan.

    Saat diwawancara, petugas memeriksa telepon Mallory yang didapatnya dari agen Tiongkok. Dalam telepon terlihat percakapan antara Mallory dengan agen perekrut Tiongkok.

    Salah satu pesan di telepon itu bertuliskan, "Urusan Anda adalah mendapatkan informasi, sementara saya adalah dibayar."

    Menurut jaksa bernama John Gibbs, apa yang telah dilakukan Mallory masuk kategori kejahatan "dasar" yang tidak terlalu rumit. Menurutnya, Mallory menjual informasi rahasia karena memang "sangat membutuhkan uang."

    Tim pengacara Mallory mengatakan uang yang diterima klien mereka relatif kecil. Hakim T.S. Ellis III menilai nilai nominal tersebut memang kecil, namun itu terjadi karena Mallory ditangkap di fase awal, alias belum terlalu lama menjadi mata-mata Tiongkok.

    Sebagian besar bukti dalam kasus Mallory bersifat rahasia dan sebagian sesi dari sidang dengar pendapat juga tertutup untuk publik.

    Baca: Mantan Agen CIA Mengaku Pernah Jadi Mata-Mata Tiongkok




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id