Trump dan Modi Bertekad Bersama-sama Perangi Terorisme

    Willy Haryono - 23 September 2019 07:26 WIB
    Trump dan Modi Bertekad Bersama-sama Perangi Terorisme
    Presiden AS Donald Trump (kanan) bergandengan tangan dengan PM Modi di Houston, Minggu 22 September 2019. (Foto: AFP / Thomas B. Shea)
    Houston: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertekad akan bersama-sama berjuang memerangi "terorisme." Deklarasi disampaikan di hadapan puluhan ribu warga AS keturunan India di sebuah stadion di Houston, Minggu 22 September 2019.

    Diiringi tabuhan drum, Trump datang ke stadion dengan mengenakan setelan jas biru gelap, sedangkan Modi kurta berwarna kuning dengan rompi. Keduanya datang dengan gestur bergandengan tangan, yang disambut meriah sekitar 50 ribu pengunjung.

    Dikutip dari laman AFP, banyak dari mereka yang datang mengenakan pakaian tradisional saffron khas Bharatiya Janata, partai PM Modi.

    "Kami berkomitmen untuk melindungi warga sipil tak berdosa dari ancaman terorisme radikal," ucap Trump, yang disambut tepuk tangan meriah. PM Modi kemudian meminta massa berdiri untuk menghormati sikap Trump terhadap terorisme.

    Trump telah mendukung sejumlah keputusan kontroversial PM Modi tahun ini, termasuk pencabutan status khusus wilayah sengketa Kashmir dan masuknya pesawat jet tempur India ke Pakistan untuk merespons bom bunuh diri.

    Saat berpidato, PM Modi banyak menyinggung mengenai Pakistan yang juga sama-sama mengklaim keseluruhan Kashmir. Trump duduk di baris depan dan mendengarkan penjelasan PM Modi dengan bantuan penerjemah.

    PM Modi mengaku berusaha mendorong status kesetaraan dan perkembangan di Kashmir. Ia menegaskan bahwa keputusannya terhadap status Kashmir telah membuat "sejumlah orang tidak nyaman, terutama mereka yang menabur bibit terorisme."

    "Orang-orang itu menjadikan kebenciannya terhadap India sebagai pusat dari agenda politik," ungkap PM Modi.

    Tidak hanya mencabut status khusus Kashmir India, PM Modi juga menutup hampir seluruh akses internet dan jaringan seluler di Kashmir. Tindakan tersebut memicu gelombang kritik dari para aktivis hak asasi manusia.

    Saat Trump dan Modi berpidato, sekelompok orang berkumpul di luar stadion dan berunjuk rasa. Beberapa dari mereka membawa spanduk dan memakai kaus bertuliskan, "Bebaskan Kashmir."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id