PBB Serukan Donasi untuk Atasi Hama Belalang di Afrika

    Willy Haryono - 11 Februari 2020 07:27 WIB
    PBB Serukan Donasi untuk Atasi Hama Belalang di Afrika
    Hama belalang memenuhi wilayah Archers Post, Kenya, 22 Januari 2020. (Foto: AFP/TONY KARUMBA)
    New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan komunitas internasional untuk bersama-sama membantu negara-negara Afrika Timur mengatasi serangan hama belalang. PBB merasa khawatir karena serangan hama belalang kali ini begitu besar dibanding beberapa tahun sebelumnya.

    "Ada 13 juta orang di negara-negara terdampak yang kini sangat rentan kehabisan makanan," kata petinggi urusan kemanusiaan PBB Mark Lowcock dalam sebuah konferensi pers di New York, dikutip dari AFP, Senin 10 Februari 2020.

    "Sepuluh juta orang dari total yang tadi saya sebutnya tinggal di lokasi serangan hama belalang," lanjutnya.

    Lowcock, yang mengatakan bahwa PBB telah merilis USD10 juta atau setara Rp137 miliar untuk membantu mengatasi krisis hama belalang di Afrika. Ia memperingatkan jika masalah ini tidak diatasi dengan cepat, maka isu yang lebih besar berpotensi muncul di kemudian hari.

    Hama belalang telah menghancurkan banyak pasokan makanan di Kenya, Ethiopia dan Somalia. Hama belalang juga dilaporkan telah mencapai Uganda pada Minggu kemarin.

    Menurut Lowcock, Organisasi Makanan dan Pertanian PBB (FAO) telah mengestimasi pada akhir Januari lalu bahwa rencana pengendalian hama belalang membutuhkan dana sekitar USD76 juta (setara Rp1 triliun). "Saat ini kami hanya punya USD20 juta (Rp273 miliar)," tutur Lowcock.

    PBB menyebut serangan hama belalang kali ini merupakan yang terburuk dalam 70 tahun terakhir di Kenya dan 25 tahun untuk Ethiopia dan Somalia. Lowcock menyebut salah satu penyebab parahnya serangan hama belalang kali ini adalah perubahan iklim.

    Belalang gurun -- yang merusak banyak lahan pertanian -- adalah salah satu spesies belalang yang berkembang biak dengan cepat jika kondisi lingkungannya memadai.

    FAO mengatakan invasi hama belalang kali ini dikenal dengan istilah "lonjakan" karena melanda seluruh kawasan Afrika. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, maka istilahnya dapat berubah menjadi "wabah" belalang.

    Wabah belalang berskala besar pernah terjadi selama enam kali di era 1900-an, dengan yang terakhir pada 1987-1989. Sementara "lonjakan" terakhir terjadi pada 2003-2005.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id