Brasil akan Terima Bantuan G7 Jika Macron Menarik Ucapannya

    Arpan Rahman - 28 Agustus 2019 15:19 WIB
    Brasil akan Terima Bantuan G7 Jika Macron Menarik Ucapannya
    Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AFP/CHARLES PLATIAU/MAURO PIMENTEL)
    Brasilia: Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengaku siap mendiskusikan dana bantuan Group of Seven (G7) yang disalurkan untuk membantu menangani kebakaran hutan di Amazon. Namun, ia menegaskan diskusi baru akan berjalan jika Presiden Prancis Emmanuel Macron "menarik hinaan" yang telah dilontarkan kepada dirinya.

    Pernyataan Bolsonaro adalah kelanjutan dari perang kata-kata antara dirinya dan Macron mengenai kebakaran di hutan Amazon. Sebelumnya, Brasil menolak bantuan dana USD20 juta atau setara Rp285 miliar dari G7 usai Bolsonaro menggelar pertemuan dengan jajaran menterinya.

    "Macron harus menarik semua hinaan yang dilontarkan kepada saya," ucap Bolsonaro kepada awak media di Brasilia, dilansir dari laman AFP, Selasa 27 Agustus 2019.

    "Untuk sekadar berbicara atau menerima apapun dari Prancis, dia (Macron) harus menarik kata-katanya. Dari situ, barulah kita dapat berbicara," lanjut dia.

    Macron telah menuduh Bolsonaro berbohong mengenai komitmennya dalam menangani perubahan iklim. Dalam perselisihannya ini, Macron bertekad akan membatalkan perjanjian dagang besar antara Uni Eropa dengan beberapa negara Amerika Selatan, termasuk Brasil. Negosiasi perjanjian dagang bernama EU-Mercosur itu telah berlangsung selama berdekade-dekade.

    Senin kemarin, pertengkaran Macron dan Bolsonaro memanas dan meluas hingga ke istri mereka masing-masing. Macron kesal karena Bolsonaro secara tersirat sepakat mengenai komentar seorang warganet yang menyebut istri sang presiden Prancis, Briggite, tidak lebih cantik dari Ibu Negara Brasil, Michelle.

    Bolsonaro membalas kemarahan Macron dengan menuduhnya sebagai pria Prancis yang menganggap Brasil seperti "sebuah koloni atau tanah tak bertuan."

    Data resmi terbaru menunjukkan adanya 1.659 titik api terbaru yang berkobar di Amazon dalam periode Minggu 25 Agustus hingga Senin 26 Agustus. Total titik api di Amazon sepanjang tahun ini mencapai 82.285, tertinggi sejak 2013.

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan rencana mengirim sebuah pesawat pengebom air ke Amazon dan juga menyumbang USD15 juta (Rpa213 miliar). Kanada dan negara anggota G7 lainnya sepakat untuk mendukung rencana reboisasi di Amazon yang akan diumumkan September mendatang.
     
    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan rencana penghijauan kembali Amazon diperlukan untuk "melestarikan warisan budaya universal, yang sangat penting dalam menjaga kesehatan populasi dunia."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id