AS Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona Tiongkok

    Willy Haryono - 22 Januari 2020 06:20 WIB
    AS Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona Tiongkok
    Petugas bandara berjalan melewati penumpang di terminal internasional di bandara Los Angeles, AS, 18 Januari 2020. (Foto: AFP/Getty/DAVID MCNEW)
    Seattle: Amerika Serikat mengonfirmasi kasus pertama virus korona tipe terbaru yang telah menewaskan enam orang di Tiongkok, Selasa 21 Januari. Selain AS, beberapa negara lain juga telah mengonfirmasi hal serupa.

    Kasus perdana di AS berasal dari seorang pria berusia 30-an tahun yang tinggal di dekat Seattle. Ia dilaporkan berada dalam kondisi baik.

    "Saat ini dia sedang dirawat sebagai langkah antisipasi dan pengawasan jangka pendek. Tidak terlihat ada gejala-gejala serius," kata Chris Spitters, seorang staf medis negara bagian Washington, dikutip dari AFP.

    Menurut laporan otoritas federal, pria itu mendatangi sendiri dinas kesehatan usai membaca berita mengenai virus korona baru mirip SARS di Tiongkok.

    "Ini merupakan situasi yang masih berkembang. Ada kemungkinan munculnya pasien tambahan di AS dan juga di negara-negara lain," ungkap Nancy Messonier, seorang staf senior dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Ia menekankan bahwa risiko virus ini menjangkiti banyak warga di AS relatif rendah.

    Pria yang diduga terjangkit virus pernah pergi ke kota Wuhan dan kembali ke AS pada 15 Januari, dua hari sebelum Negeri Paman Sam menerapkan pemeriksaan temperatur tubuh di beberapa bandara utama. Kota Wuhan diyakini sebagai sumber utama munculnya virus varian baru tersebut.

    Untuk memastikan tidak ada wabah di AS, pria yang tinggal seorang diri di dekat Seattle itu akan diisolasi dan diawasi selama 48 jam.

    Sebelumnya pada Senin kemarin, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengumumkan bahwa virus tersebut dapat menular antarmanusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat mengenai virus korona terbaru Rabu ini.

    Proses isolasi juga dilakukan terhadap seorang pria di Australia. Pria asal Brisbane itu diisolasi karena menunjukkan gejala penyakit mirip SARS usai mengunjungi Tiongkok.

    Total kematian akibat virus baru ini mencapai enam orang. Sementara total kasusnya telah melampaui 200, yang merupakan gabungan dari Tiongkok, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Australia dan AS.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id