Dekati Pilot, Boeing Cari Dukungan untuk 737 MAX

    Fajar Nugraha - 25 Maret 2019 09:09 WIB
    Dekati Pilot, Boeing Cari Dukungan untuk 737 MAX
    Pesawat 737 MAX dari Boeing dilarang terbang usai kecelakaan Ethiopian Airlines. (Foto: AFP).
    Seattle: Boeing mengatakan pihaknya mengundang pilot penerbangan, pemimpin teknis dan regulator untuk sesi informasi di Renton, Washington. Ini adalah bentuk mencari dukungan agar 737 MAX bisa kembali beroperasi.

    Baca juga: FAA Bela Prosedur Keselamatan usai Kecelakaan Boeing 737 Max 8.

    Pertemuan ini direncanakan akan dilakukan pada Rabu 27 Maret mendatang. Ada beberapa isu yang akan dibahas dalam pertemuan itu.

    "Kami terus bekerja sama dengan pelanggan dan regulator kami tentang pembaruan peranti lunak dan pelatihan untuk 737 MAX," tambah Boeing, seperti dikutip AFP, Senin 25 Maret 2019.

    Setelah kecelakaan pesawat 737 MAX 8 dari Ethiopian Airlines, banyak maskapai yang memutuskan untuk melarang penerbangan pesawat baru tersebut.

    Seorang eksekutif Ethiopian Airlines mempertanyakan apakah Boeing telah memberi tahu pilot cukup tentang perangkat lunak  yang mendorong hidung pesawat cenderang mengarah ke bawah. Kondisi itu menjadi fokus penyelidikan ke dalam kecelakaan mematikan di Ethiopia bulan ini.

    Komentar oleh CEO dan wakil presiden maskapai akhir pekan ini akan memicu perdebatan tentang keselamatan pesawat Boeing 737 MAX, dua di antaranya mengalami kecelakaan serupa dalam lima bulan terakhir. Ethiopian Airlines, maskapai penerbangan paling menguntungkan di Afrika, telah secara kuat mempertahankan catatan keselamatan, pelatihan dan prosedurnya sendiri setelah kecelakaan pada 10 Maret yang menewaskan 157 orang.

    Perhatian telah difokuskan pada perangkat lunak yang disebut Maneuver Characteristics Augmentation System, atau MCAS, dan sensor yang mengaktifkannya. MCAS mendorong hidung pesawat ke bawah jika percaya itu naik pada sudut yang terlalu curam.

    Baca juga: Ethiopia: Data Kotak Hitam Perlihatkan Kemiripan dengan Lion Air.

    "Setelah kecelakaan itu, menjadi perhatian kami bahwa sistem ini agresif," ucap Wakil Presiden untuk operasi penerbangan di Ethiopia, Yohannes Hailemariam.

    “Sistem itu memberikan pesan pesawat dalam kondisi stall dan mengambil tindakan segera yang lebih cepat daripada tindakan yang harus diambil oleh pilot Boeing," kata Yohannes, seorang pilot dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, termasuk menerbangkan Boeing 777 dan 787.

    Boeing telah berulang kali menolak untuk mengomentari aturan mengutip kecelakaan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Mereka membatasi yang orang-orang yang terlibat, selain dari maskapai penerbangan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id