AS Bersikeras Tetap Terima Mahasiswa dari Tiongkok

    Arpan Rahman - 04 Juni 2019 20:06 WIB
    AS Bersikeras Tetap Terima Mahasiswa dari Tiongkok
    Mahasiswa asal Tiongkok masih banyak yang melanjutkan kuliahnya di California, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).
    Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya secara sah berkomitmen menyambut warga negara Tiongkok yang ingin melanjutkan pendidikan. Tetapi mengakui meningkatnya pengawasan visa setelah Beijing memperingatkan para mahasiswanya tentang beberapa risiko.

    Di tengah meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia, Kementerian Pendidikan Tiongkok menunjukkan banyak penolakan visa dan penundaan. Dikatakan kepada para mahasiswa yang mendaftar ke universitas-universitas AS buat memperkuat diri mereka sendiri dan memperkuat penilaian risiko.

    Penurunan jumlah mahasiswa Tiongkok bisa berpengaruh ke Amerika Serikat. Tiongkok sejauh ini merupakan sumber mahasiswa internasional terbesar di sejumlah kampus AS, 360.000 mahasiswa mendaftar tahun lalu. Banyak yang membayar lunas uang kuliah yang mahal.

    Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pihaknya telah meningkatkan pengawasan setelah mengidentifikasi melonjaknya jumlah kasus di mana intelijen asing mengkooptasi para mahasiswa selama masa mereka di AS.

    "Di saat yang sama, kami berkomitmen untuk menyediakan layanan dengan kualitas terbaik bagi para pelancong yang sah -- yang merupakan mayoritas dari pemohon visa kami -- sehingga mereka dapat menerima keputusan yang cepat, menyeluruh, dan jelas mengenai aplikasi visa mereka," juru bicara kementerian mengatakan.

    "Kami menyambut mahasiswa dan cendekiawan Tiongkok ke AS untuk melakukan kegiatan akademik yang sah," katanya, dilansir dari AFP, Selasa 4 Juni 2019. Dikatakan bahwa sebagian besar pengaju menerima visa lima tahun penuh.

    Xu Yongji, wakil kepala departemen yang mengawasi pertukaran akademis asing di Kementerian Pendidikan Tiongkok, mengatakan bahwa penolakan visa telah merusak martabat mahasiswa Tiongkok dan memberikan mantra dingin atas kolaborasi penelitian dan pertukaran akademik.

    Dari Januari hingga Maret, lebih dari 1.350 mahasiswa Tiongkok mengajukan visa pelajar AS tetapi 182 "tidak dapat melakukan perjalanan sesuai rencana" karena masalah visa, sebesar 13,5 persen dari semua pelamar, Xu berkata kepada stasiun penyiaran CCTV.

    Mengutip data dari Dewan Beasiswa Tiongkok, Xu mengatakan ini adalah peningkatan yang nyata dari hanya lebih dari tiga persen pelamar yang mengalami masalah visa pada 2018.

    Juru bicara Kemenlu Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan AS telah menetapkan "hambatan yang tidak perlu" untuk pertukaran orang-per-orang antara kedua negara.

    Dampak ekonomi utama

    Pelajar Tiongkok menyumbang USD14 miliar (sekitar Rp199 triliun) untuk ekonomi AS pada 2017, menurut kelompok perdagangan.

    India adalah sumber mahasiswa terbesar kedua tetapi kesenjangannya signifikan, kurang dari 200.000 orang India belajar di AS.

    Keluhan AS tentang teknologi dan pencurian kekayaan intelektual oleh Tiongkok telah menjadi sorotan utama dalam perang dagang antara kedua negara.

    Direktur FBI Christopher Wray pada April mengatakan bahwa Beijing telah menggunakan mahasiswa dan peneliti pascasarjana Tiongkok, antara lain, dalam upaya spionase ekonominya di AS.

    "Tiongkok telah memelopori pendekatan masyarakat untuk mencuri inovasi dengan cara apa pun yang dapat dilakukan dari beragam bisnis, universitas, dan organisasi," kata Wray.

    "Mereka melakukannya melalui badan intelijen Tiongkok, melalui perusahaan milik negara, melalui perusahaan swasta, melalui mahasiswa, dan peneliti pascasarjana, melalui berbagai aktor yang semuanya bekerja atas nama Tiongkok," sambungnya.

    Bulan lalu, Partai Republik di Kongres AS memperkenalkan undang-undang yang bertujuan melarang ilmuwan militer Tiongkok memperoleh visa guna belajar atau bekerja di AS.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id