Imigran Coba Terobos Perbatasan Meksiko untuk Mencapai AS

    Arpan Rahman - 21 Januari 2020 19:06 WIB
    Imigran Coba Terobos Perbatasan Meksiko untuk Mencapai AS
    Imigran asal Amerika Tengah menyeberangi Sungai Suchiate yang memisahkan Meksiko dan Guatemala, Senin 20 Januari 2020. (Foto: AFP/Johan ORDONEZ)
    Mexico City: Rombongan imigran asal negara-negara Amerika Tengah berusaha memaksa masuk ke perbatasan Meksiko-Guatemala pada Senin 20 Januari. Percobaan tersebut dilakukan usai Pemerintah Meksiko menolak permohonan mereka untuk transit menuju Amerika Serikat.

    Sekitar 12 orang terlihat berusaha masuk melewati gerbang di sebuah jembatan yang memisahkan Meksiko dan Guatemala. Sementara sekelompok imigran lainnya dalam jumlah yang cukup besar mencoba melintasi Sungai Suchiate.

    Garda Nasional Meksiko dikerahkan ke area sungai, dan berusaha mengusir para imigran. Petugas terlihat mengejar beberapa imigran yang berhasil menerobos masuk ke wilayah Meksiko.

    Terbentuk pekan lalu di Honduras, rombongan imigran atau biasa juga disebut sebagai karavan, merepresentasikan tantangan terbaru bagi Pemerintah Meksiko. Tahun lalu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menjanjikan Presiden AS Donald Trump bahwa negaranya akan memperketat pengawasan dan mencegah gelombang imigran.

    Di bawah tekanan Trump, usaha Meksiko dalam menanggulangi gelombang imigran meningkat. Hal ini terlihat dari bertambahnya pos pemeriksaan dan juga pengerahan Garda Nasional Meksiko ke wilayah perbatasan.

    Namun semua itu belum dapat sepenuhnya menahan gelombang imigran yang ingin transit di Meksiko untuk menuju AS. Grup imigran yang menanti di perbatasan Meksiko-Guatemala pada Senin kemarin terlihat lebih besar dari tahun lalu.

    Pemimpin karavan imigran terbaru ini telah mengirim surat untuk Presiden Lopez Obrador. Ia meinta agar sang presiden mengizinkan seluruh anggota karavan untuk  memasuki wilayah Meksiko.

    Pemerintah Meksiko menolak permohonan tersebut. "Kami berkomitmen mempertahankan skema keimigrasian yang aman, teratur dan reguler," ujar agensi keimigrasian Meksiko.

    "Aturan resmi Meksiko tidak mengizinkan adanya proses transit," lanjutnya, dikutip dari The Independent, Selasa 21 Januari 2020.

    Memasuki Senin siang, banyak imigran yang memutuskan untuk nekat menerobos perbatasan. Banyak dari mereka mendorong pasukan keamanan di jembatan yang menghubungkan Tecun Uman di Guatemala menuju Ciudad Hidalgo di Meksiko. Sebagian imigran terlihat turun dari jembatan dan melintasi sungai.

    Video di media sosial memperlihatkan seorang pria melemparkan batu dan botol ke petugas keamanan.

    "Kami hanya ingin menyeberang ke Amerika Serikat. Kami tidak mau tinggal di Meksiko," tutur seorang imigran bernama Ingrid.

    "Biarkan saya lewat. Saya hanya ingin bekerja. Saya seorang ibu, dan saya tidak mau kembali ke negara saya," sambungnya.

    Meksiko hanya melakukan pengamanan seadanya di wilayah yang berbatasan dengan Guatemala. Namun Meksiko telah menambah pos pemeriksaan di sejumlah ruas jalan yang menghubungkan wilayah perbatasan ke banyak area lain.

    Banyak imigran ditangkap di pos-pos pemeriksaan itu, untuk kemudian dikirim ke pusat detensi. Di sana, para imigran akan menanti selama berbulan-bulan untuk proses pendataan di agensi keimigrasian Meksiko.

    Tahun lalu, agensi keimigrasian Meksiko menerima 66.915 permohonan suaka, meningkat hampir 126 persen dari 2018.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id