Demokrat dan Republik Kecam Serangan Rasis Trump

    Willy Haryono - 16 Juli 2019 09:31 WIB
    Demokrat dan Republik Kecam Serangan Rasis Trump
    Presiden AS Donald Trump dalam acara di Gedung Putih, Washington, 15 Juli 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat gelombang kecaman dari Partai Demokrat dan juga beberapa tokoh Republik atas serangan rasisnya terhadap empat anggota kongres perempuan AS.

    Kontroversi ini dimulai saat Trump menuliskan sejumlah pandangannya terhadap empat perempuan asal Demokrat yang duduk di Kongres AS. Keempat wanita itu merupakan warga keturunan, masing-masing berdarah Hispanik, Arab, Somalia dan Afrika-Amerika.

    Menurut Trump, keempat wanita itu datang dari negara-negara yang pemerintahannya berjalan begitu kacau. Trump kemudian meminta keempatnya untuk segera pulang ke negara mereka masing-masing.

    Tidak berhenti sampai di situ, Trump melanjutkan serangannya dalam sebuah acara "Made in America" di Gedung Putih. Ia mengatakan kepada awak media bahwa keempat perempuan kongres itu "hanya bisa mengeluh" mengenai kondisi AS.

    "Mereka ini adalah orang-orang yang membenci negara kita," tutur Trump, merujuk pada empat perempuan Demokrat di Kongres. "Jika Anda tidak senang ada di sini, silakan pergi," lanjutnya.

    Saat ditanya para jurnalis apakah dirinya khawatir masyarakat akan melihat pernyataannya sebagai rasisme, Trump menjawab: "Saya tidak khawatir karena banyak orang yang sepakat dengan saya."

    Beberapa jam usai pernyataan tersebut, keempat perempuan Demokrat -- Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ayanna Pressley, dan Ilhan Omar -- merespons via konferensi pers.

    Demokrat dan Republik Kecam Serangan Rasis Trump
    Empat perempuan Demokrat yang diserang Trump. (Foto: AFP)

    Pressley mengecam pernyataan "xenofobia" Trump, dan menegaskan bahwa ia dan banyak perempuan di luar sana "tidak akan bisa dibungkam." Sementara Omar menilai pernyataan Trump merupakan "serangan rasis yang dilakukan secara terang-terangan."

    "Ini adalah agenda kelompok nasionalis kulit putih," ungkap Omar. Ia dan Tlaib sama-sama menyerukan agar Trump segera dimakzulkan.

    Baca: Serangan Rasis Trump ke Anggota Kongres Perempuan AS

    Kecaman terhadap Trump juga datang dari kubu Republik, yang pada awalnya memilih diam. "Apa yang telah diucapkan dan dituliskan (di Twitter) bersifat destruktif, dan tentu saja sangat salah," kata Senator Mitt Romney, seorang tokoh Republik asal Utah.

    "Tidak ada alasan untuk membenarkan komentar presiden. Sangat tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," ucap Senator Lisa Murkowski, sosok Republik dari Alaska.

    Senator Republik Susan Collins asal Maine mengaku tidak sepakat dengan beberapa kebijakan Demokrat, namun menilai serangan Trump terhadap empat anggota kongres "sudah melewati batas."

    Pat Toomey, Senator Republik asal Pennsylvania, membela empat perempuan Demokrat yang diserang Trump. "Status kewarganegaraan keempatnya sama-sama valid seperti saya," sebut dia. 

    Will Hurd, satu-satunya kulit hitam yang mewakili Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS, mengatakan kepada CNN bahwa pernyataan Trump "tidak pantas diucapkan seorang pemimpin dunia."

    Sementara Senator Tim Scott dari South Carolina mengkritik Trump yang menggunakan "serangan personal dengan kata-kata rasis."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id