Iran Balas Peringatan Keras Trump

    Willy Haryono - 21 Mei 2019 06:52 WIB
    Iran Balas Peringatan Keras Trump
    Menlu Iran Javad Zarif. (Foto: AFP)
    Teheran: Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menyebut, peringatan keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan menghancurkan Iran. Ini merupakan kelanjutan dari perang kata-kata di tengah ketegangan dua negara tersebut.

    Akhir pekan kemarin, Trump menuliskan di Twitter bahwa jika "Iran ingin bertengkar, maka negara Iran akan secara resmi berakhir. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi."

    "Iran berdiri tegak selama satu milenia, sementara semua musuhnya telah menghilang. Terorisme ekonomi dan ejekan (Trump) tidak akan membuat Iran berakhir," tulis Zarif di Twitter, dikutip dari laman AFP, Senin 20 Mei 2019.

    "Jangan pernah mengancam Iran. Cobalah untuk menghormati," tambah dia. Dalam tulisan lainnya di Twitter, Zarif menuduh Trump membiarkan timnya untuk "membuang diplomasi."

    Senin malam, Trump yang sebelumnya melontarkan peringatan keras kepada Iran terlihat mencoba menurunkan ketegangan. Ia mengaku siap berdialog jika Iran yang memulainya terlebih dahulu.

    Komentar terbaru Trump disebut-sebut sejumlah pihak sebagai upaya menghapus kekhawatiran bahwa pemerintahan AS saat ini ingin berperang.

    "Kami belum memiliki indikasi mengenai apa yang telah dan akan terjadi," ujar Trump di Gedung Putih, saat ditanya mengenai ancaman Iran terhadap kepentingan AS.

    Sebelumnya, Senator Lindsey Graham yang merupakan orang dekat Trump sempat mengingatkan Iran bahwa segala jenis tindakan terhadap kepentingan AS akan berujung pada "respons militer."

    Ketegangan terbaru antara AS dan Iran meningkat setelah Washington mengirim armada kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah. AS menyebut pengiriman tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap "ancaman" Iran. 

    Gedung Putih mengeluarkan beragam sinyal mengenai masalah ini dalam beberapa hari terakhir. Sementara sejumlah media AS melaporkan adanya perdebatan internal di kabinet Trump, terutama soal cara terbaik menghadapi Iran.
     
    Pemerintahan Trump telah menarik sejumlah staf diplomatik dari Irak. Penarikan disebut AS merupakan antisipasi ancaman dari beberapa grup bersenjata di Irak yang berasal dari Iran.

    Baca: Trump Tegaskan Iran Akan Hancur Jika Berani Serang AS



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id