Respons Pedemo, Presiden Chile Bubarkan Seluruh Kabinet

    Willy Haryono - 27 Oktober 2019 09:25 WIB
    Respons Pedemo, Presiden Chile Bubarkan Seluruh Kabinet
    Presiden Chile Sebastian Pinera. (Foto: AFP)
    Santiago: Presiden Chile Sebastian Pinera telah membubarkan seluruh jajaran kabinet untuk membentuk pemerintahan baru dan memperkenalkan reformasi sosial sesuai permintaan para pengunjuk rasa.

    Pembubaran dilakukan usai gelombang aksi protes di Chile sempat membuat ibu kota Santiago lumpuh total.

    "Saya telah memecat seluruh menteri saya untuk merestrukturisasi kabinet dalam memenuhi sejumlah permintaan (demonstran)," tutur Pinera, dikutip dari laman BBC, Minggu 27 Oktober 2019.

    Hingga saat ini belum diketahui akan seperti apa perombakan kabinet yang dilakukan Pinera.

    Lebih dari satu juta orang turun ke jalanan Santiago pada Jumat 25 Oktober dan Sabtu kemarin. Mereka semua menyerukan adanya keadilan sosial di Chile.

    Pinera mengaku telah mendengarkan semua keluhan pedemo. "Kita semua sudah berada dalam realitas baru. Chile sudah menjadi negara yang berbeda dari sepekan lalu," sebut Pinera,

    Ia juga mengumumkan bahwa aturan jam malam yang sempat diterapkan di sejumlah kota di Chile sejak sepekan lalu telah dicabut. Kubu oposisi telah menyerukan agar status darurat yang diterapkan Pinera juga segera dicabut.

    Sedikitnya 17 orang tewas dan ratusan lainnya terluka sejak gelombang protes di Chile dimulai sejak lebih dari sepekan lalu.

    Aksi protes pada Jumat kemarin adalah puncak dari pekan-pekan penuh bentrokan yang terjadi antara demonstran dan polisi antihuru-hara.

    "Kita semua telah berubah. Hari ini saya melihat adanya unjuk rasa damai. Warga meminta Chile menjadi negara yang lebih adil dan bersatu," sebut Pinera, merespons aksi unjuk rasa satu juta orang di Santiago.

    Unjuk rasa pada Jumat kemarin disebut-sebut sebagai yang terbesar di Chile dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah pihak menyandingkan skala protes kali ini dengan demonstrasi di tahun 1988 saat masyarakat Chile menentang kepemimpinan diktator Augusto Pinochet.

    Awalnya, aksi protes dipicu kemarahan pemuda atas naiknya tarif kereta api bawah tanah di Chile. Namun gerakan pemuda tersebut kemudian berubah menjadi aksi protes berskala nasional. 

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id