AS dan Brasil Sepakati Pengembangan Hutan Amazon

    Willy Haryono - 14 September 2019 12:00 WIB
    AS dan Brasil Sepakati Pengembangan Hutan Amazon
    Menlu AS Mike Pompeo (kanan) bersama Menlu Brasil Ernesto Araujo di Washington, Jumat 13 September 2019. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
    Washington: Amerika Serikat dan Brasil sepakat mendorong berbagai proyek pengembangan di hutan Amazon. Kesepakatan dibicarakan dalam sebuah pertemuan dua negara di Washington, Jumat 13 September.

    AS dan Brasil juga akan mengalokasikan USD100 juta (sekitar Rp1,3 triliun) untuk dana konservasi biodiversitas Amazon. Proyek konservasi ini akan dijalankan sektor swasta.

    Menteri Luar Negeri Brasil Ernesto Araujo menilai, proyek pengembangan ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi hutan hujan Amazon.

    "Kami ingin bekerja bersama-sama dalam mendorong pengembangan di Amazon. Kami yakin ini adalah satu-satunya jalan," ungkap Araujo, dikutip dari BBC, Sabtu 14 September 2019.

    "Oleh karenanya, kami membutuhkan inisiatif baru, yang menciptakan lapangan pekerjaan dan keuntungan bagi masyarakat di Amazon. Itulah mengapa kemitraan dengan Amerika Serikat merupakan sesuatu yang sangat penting," lanjutnya.

    Selain soal proyek, Ernesto juga menanggapi banyaknya gelombang kritik terhadap Brasil mengenai penanganan kebakaran hutan di Amazon. "Anggapan bahwa kami tidak dapat menangani kebakaran di Amazon tidak tepat," tegas Araujo.

    Sementara Menlu AS Mike Pompeo mengatakan dana investasi biodiversitas dapat mendukung perkembangan sejumlah bisnis di beberapa area terpencil di Amazon.

    "Tim Brasil dan Amerika akan menindaklanjuti komitmen dua presiden kami yang telah disepakati pada Maret lalu," sebut Pompeo.

    Lebih dari 800 ribu titik api menyala di Amazon sepanjang tahun ini. Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinilai sejumlah pihak tidak mau dan setengah hati dalam menangani musibah tersebut.

    Jumat kemarin, Finlandia menyerukan negara-negara di Uni eropa untuk berhenti mengimpor produk daging sapi dan kedelai dari Brasil untuk menekan Bolsonaro agar serius menangani kebakaran di Amazon.

    Sejumlah pakar meyakini mayoritas titik api di Amazon tahun ini dipicu aktivitas manusia, seperti petani atau penebang pohon yang membuka lahan untuk kepentingan tertentu.

    Pekan kemarin, tujuh negara Amerika Selatan sepakat bersama-sama melindungi area sepanjang sungai Amazon. Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Peru dan Suriname telah menandatangani sebuah pakta, yang meliputi jaringan respons bencana dan satelit pengawasan terkait Amazon.

    Ketujuh negara itu juga sepakat untuk bekerja sama dalam proyek reboisasi Amazon.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id