Bela Anggota SEAL, Trump Pecat Petinggi Angkatan Laut

    Fajar Nugraha - 25 November 2019 11:08 WIB
    Bela Anggota SEAL, Trump Pecat Petinggi Angkatan Laut
    Presiden AS Donald Trump pecat Menteri Angkatan Laut demi bela prajurit. Foto: AFP
    Washington: Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) pada Minggu mengkritik Donald Trump setelah dipecat dalam perselisihan atas anggota komando elite, SEAL. Anggota SEAL itu diturunkan pangkatnya atas perilaku salah.

    Namun pangkat anggota SEAL itu diaktifkan kembali oleh Presiden Trump. Hal ini yang memicu perdebatan antara Trump dengan Richard Spencer, sebagai Menteri Angkatan Laut.

    Richard Spencer digulingkan sebagai Menteri Angkatan Laut, yang selama ini dipegang oleh sipil. Pemecatan Spencer memicu laporan bahwa kepemimpinan militer AS marah oleh campur tangan Trump dalam kasus-kasus disiplin.

    "Saya tidak lagi berbagi pemahaman yang sama dengan Panglima Tertinggi (Trump) yang menunjuk saya, sehubungan dengan prinsip-prinsip kunci ketertiban dan disiplin yang baik," kata Spencer dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh media AS, seperti dikutip AFP, Senin, 25 November 2019.

    "Dengan ini saya mengakui pemutusan hubungan saya sebagai Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat,” tegasnya.

    Perselisihan berpusat pada nasib NAVY SEAL Edward Gallagher yang dituduh melakukan kejahatan perang dalam kasus profil tinggi tetapi dinyatakan bersalah atas pelanggaran yang lebih kecil.

    Pada 15 November, Trump membalikkan penurunan pangkat yang diturunkan ke Gallagher. Bagi Trump, Gallagher telah ‘diperlakukan sangat buruk’ oleh angkatan laut, dan bahwa Spencer telah diminta untuk mengundurkan diri karena masalah ini dan atas dugaan kegagalannya untuk mengatasi kelebihan anggaran.

    Presiden mengatakan Gallagher tidak akan diusir dari pasukan elit SEAL. "Eddie akan pensiun secara damai dengan semua penghargaan yang telah diraihnya," tulis Trump melalui Twitter.

    Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan, telah meminta pengunduran diri Spencer "setelah kehilangan kepercayaan dan kepercayaan padanya tentang kurangnya keterbukaannya atas pembicaraan dengan Gedung Putih".

    “Saya sangat terganggu dengan perilaku ini,” pungkas Esper, dalam sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id