Indonesia Buka Konsul Kehormatan di St. Kitts dan Nevis

    Sonya Michaella - 20 September 2019 09:22 WIB
    Indonesia Buka Konsul Kehormatan di St. Kitts dan Nevis
    Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk St. Kitts dan Nevis. (Foto: Dok. KBRI Bogota)
    Bogota: Indonesia membuka kantor Konsul Kehormatan pertama di negara Federasi St. Kitts dan Nevis, Karibia. Pembukaan konhor ini ditujukan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan. 

    "Kerja sama ekonomi dan perdagangan pasti kita tingkatkan, lalu konhor ini untuk melindungi kepentingan Indonesia dan memberikan pelayanan kepada WNI di kawasan," kata Duta Besar RI untuk Kolombia Priyo Iswanto, dalam keterangan tertulis KBRI Bogota kepada Medcom.id, Jumat 20 September 2019.

    KBRI menunjuk Faron Tenyson Lawrence sebagai Konhor RI setempat. Lawrence dinilai memiliki jaringan sangat luas dan berpengaruh sebagai seorang pengusaha sukses dan Ketua Kamar Dagang dan Industri.

    Pelantikan konhor dihadiri pula oleh Menteri Luar Negeri St. Kitts dan Nevis Mark Brantley. Ia mengapresiasi keputusan Indonesia untuk mendirikan kantor konhor pertama di negaranya.

    "Ini adalah cerminan kerja sama yang sangat dinamis setelah pembukaan hubungan diplomatik lima tahun yang lalu. Hubungan kedua negara dapat menjadi model bagaimana hubungan antar negara besar dan kecil berlangsung," ucap dia.

    Sementara itu, Lawrence menegaskan bahwa dirinya telah mengenal Indonesia sejak setahun lalu saat diundang menghadiri Trade Expo Indonesia tahun 2018 dan langsung tertegun melihat kemajuan Indonesia.

    Sejak itu dirinya tertarik untuk memajukan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Indonesia dan kini siap melayani kepentingan Indonesia dan warga negara Indonesia di St. Kitts dan Nevis.

    "Banyak peluang bisnis di St. Kitts dan Nevis, mulai dari kebutuhan untuk pemenuhan kapal kecil maupun teknisi mesin otomotif yang dapat dipenuhi oleh Indonesia," ujar dia.

    Untuk mendukung peningkatan kerja sama, kedua negara telah saling memberlakukan bebas visa sebagai kemudahan bagi kedua warga negara untuk saling berkunjung. St. Kitts dan Nevis merupakan negara pertama di Karibia yang memberlakukan bebas visa selama 30 hari bagi WNI sejak awal Februari tahun ini. 

    St. Kitts dan Nevis adalah negara dua pulau di kawasan Karibia dengan penduduk 55.345 dan pendapatan per kapita USD17.090. Hubungan antara St. Kitts dan Nevis dan Indonesia masih relatif muda dimulai dengan pembukaan hubungan diplomatik sejak 30 Januari 2014. 

    Hubungan kedua negara terus berkembang yang ditandai dengan total perdagangan menjadi USD 1 juta pada tahun 2018, meningkat dari tahun 2017 sebesar USD 801 ribu, kerjasama teknis dalam bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas, pesertaan mahasiswa dari negara tersebut untuk belajar di Indonesia, dan kehadiran Konsul Kehormatan RI di negara tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id