Pembunuhan Soleimani Wujud Putus Asa Trump atas Pemakzulan

    Marcheilla Ariesta - 09 Januari 2020 18:19 WIB
    Pembunuhan Soleimani Wujud Putus Asa Trump atas Pemakzulan
    Serangan AS ke Qassem Soleimani bentuk putus asa Donald Trump terkait pemakzulan. Foto: AFP
    Jakarta: Atas perintah Presiden Donald Trump, Amerika Serikat (AS) melakukan serangan yang membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani. Serangan AS itu disebut terjadi karena Trump terdesak atas kasus pemakzulan dirinya di dalam negeri.

    "Jadi eskalasi ini menguat ketika Trump sudah mulai diguncang posisinya secara internal melalui pemakzulan," kata pengamat Timur Tengah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nostalgiawan, kepada Medcom.id, Kamis 9 Januari 2020.

    Nostalgiawan memprediksi eskalasi tidak akan berubah menjadi perang besar. Pasalnya bisa berdampak pada harga minyak dan dapat mempengaruhi ekonomi dunia.

    Dia menambahkan, tidak adanya dana AS untuk perang menjadi salah satu penyebab juga eskalasi tidak akan memanas. Selain itu, serangan Trump ke Iran juga tidak disetujui oleh internal AS, baik Kongres maupun Parlemen.

    "Dananya (untuk perang) tersendat di situ," imbuhnya.

    Nostalgiawan menjelaskan, penyerangan AS ke Iran juga dilakukan karena ada agenda tersendiri dari Trump, dilihat dari latar belakangnya sebagai seorang Republik. Menurutnya, jika perang terjadi maka AS juga akan diuntungkan dari penjualan senjata.

    Pasalnya, negara-negara Timur Tengah banyak yang membeli senjata di AS. "Yang dilakukan Trump provokatif, perang bisa mendongkrak penjualan senjata. Ini sisi lain dari tren-tren Trump," ungkapnya.

    Saat ini negara-negara di Timur Tengah masih menunggu dan melihat sejauh mana perkembangan panasnya situasi antara Teheran dan Washington. Terlebih Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), kata Nostalgiawan, menginginkan dua negara berseteru itu untuk duduk bersama menjaga eskalasi tidak berlanjut. 

    Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah pesawat tanpa awak AS menembak Bandara Internasional Baghdad dan membunuh Jenderal Qassem Soleimani, orang terkuat kedua di Iran.

    Iran melancarkan serangan balasan sebagai bentuk balas dendam atas kematian Soleimani. Serangan balasan tersebut dilancarkan ke basis tentara AS yang ada di Irak. 

    Tak ada korban dari serangan tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id