44 Ribu Militer Brasil Dikerahkan Lawan Api di Amazon

    Marcheilla Ariesta - 25 Agustus 2019 15:53 WIB
    44 Ribu Militer Brasil Dikerahkan Lawan Api di Amazon
    Kebakaran hutan hujan Amazon. (Foto: Google).
    Brasilia: Sebanyak 44.000 militer Brasil dikerahkan untuk melawan api di paru-paru bumi, Amazon. Pemadaman dilakukan usai Brasil mendapat protes internasional.

    "Pasukan kami menuju enam negara bagian untuk memadamkan api," kata Menteri Pertahanan Federal, Fernando Azevedo, dilansir dari The Nation, Minggu, 25 Agustus 2019.

    Enam negara bagian tersebut adalah Roraima, Rondonia, Tocantins, Para, Acre, dan Mato Grosso. Misi pertama, kata Azevedo, dilakukan sekitar 700 tentara di sekitar Porto Velho, ibu kota Rondonia. 

    Pesawat Hercules C-130 dikerahkan untuk misi ini. Pesawat tersebut mampu membuang hingga 12.000 liter air di atas api.

    Dari laporan di atas pesawat, kondisi dan jarak pandang sangat rendah oleh kepulan asap. Namun, terlihat banyak area yang terbakar di wilayah Rondonia.

    Baca juga: Presiden Brasil Minta Internasional Tak Campuri Kebakaran Amazon
    https://www.medcom.id/internasional/asia/9K5ram3N-presiden-brasil-minta-internasional-tak-campuri-kebakaran-amazon

    Sementara itu, di negara bagian Mato Grosso, terlihat api masih menyala cukup besar. Diduga kebakaran ini dimaksudkan untuk membuka lahan pertanian.

    Pada Jumat lalu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberi wewenang kepada angkatan bersenjata untuk memadamkan api. Dia berkomitmen akan melindungi wilayah Amazon.

    Kebakaran di Amazon menjadi perhatian dunia. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan rasa keprihatinan mereka dan menyerukan komunitas internasional untuk membantu.

    Namun, seruan tersebut malah dianggap sebagai campur tangan oleh Bolsonaro. Padahal sebelumnya Bolsonaro mengatakan Brasil tak punya sumber daya untuk melakukan pemadaman api ini.

    Kebakaran di Amazon sejauh ini melonjak hingga 83 persen dibanding periode sama tahun lalu.
     
    Meski kebakaran adalah kejadian biasa dan alami selama musim kemarau, para pecinta lingkungan menyalahkan petani Brasil. Para petani dituding membakar hutan agar bisa membuka lahan untuk padang rumput.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id