PBB Minta Rusia dan Turki Stabilkan Idlib Suriah

    Willy Haryono - 19 Juni 2019 09:28 WIB
    PBB Minta Rusia dan Turki Stabilkan Idlib Suriah
    Lokasi serangan roket oleh pemerintah Suriah di Kafr Nabi, 18 Juni 2019. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)
    New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Rusia dan Turki untuk "menstabilkan situasi" di provinsi Idlib, Suriah, yang diguncang pertempuran antara pasukan pemerintah melawan pemberontak. PBB khawatir pertempuran di Idlib dapat memicu bencana kemanusiaan.

    "Saya sangat khawatir mengenai meningkatnya intensitas pertempuran di Idlib. Situasi semakin berbahaya karena semakin banyak pihak yang terlibat di sana. Warga sipil di sana menjadi pihak yang paling menderita," kata Guterres kepada awak media di New York, Amerika Serikat, dilansir oleh media AFP, Rabu 19 Juni 2019.

    Pernyataan Guterres muncul menjelang sebuah sesi di Dewan Keamanan PBB mengenai isu Suriah di hari yang sama.

    "Dunia sedang menghadapi bencana kemanusiaan yang terjadi di depan mata kita semua," tutur Mark Lowcok, kepala kemanusiaan PBB, kepada dewan keamanan.

    Sebagian wilayah Aleppo, Hama dan Idlib -- tiga wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah -- seharusnya terlindungi dari pertempuran. Hal ini dikarenakan tiga area itu merupakan bagian dari zona aman yang telah ditandatangani Rusia serta Turki pada September lalu.

    Namun perjanjian zona aman tidak benar-benar diimplementasikan karena sekelompok militan menolak mundur dari zona demiliterisasi. Januari lalu, grup ekstremis Tahrir al-Sham (HTS) -- dipimpin oleh afiliasi al-Qaeda -- memperpanjang kontrol administratif di kawasan.

    Pemerintah Suriah dan Rusia telah meningkatkan bombardir di wilayah barat laut sejak akhir April.

    "Dalam enam pekan terakhir, rangkaian serangan telah menewaskan lebih dari 230 warga sipil, termasuk 69 wanita dan 81 anak-anak. Ratusan lainnya juga terluka," sebut Lowcock.

    "Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur publik harus dihentikan sesegera mungkin," lanjut dia.

    Sejumlah diplomat mengindikasikan bahwa sesi di DK PBB bertujuan untuk "memperbarui perhatian" komunitas global terhadap situasi di Idlib dan menekan Suriah serta Rusia agar berhenti menyerang warga sipil.

    Baca: 28 Orang Tewas dalam Serangan Pemerintah Suriah di Idlib



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id