AS Sarankan Palestina Terima Rencana Perdamaian Trump

    Willy Haryono - 03 Februari 2020 10:38 WIB
    AS Sarankan Palestina Terima Rencana Perdamaian Trump
    Penasihat Gedung Putih Jared Kushner di Washington, 29 Januari 2020. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
    Washington: Amerika Serikat (AS) melalui penasihat kepresidenan Jared Kushner menyarankan Palestina untuk menerima rencana perdamaian Timur Tengah yang telah diumumkan Presiden Donald Trump. Menurutnya, rencana tersebut dapat menentukan nasib masyarakat Palestina di masa mendatang.

    "Untuk Palestina, jika mereka ingin masyarakatnya menjalani kehidupan yang lebih baik, maka kita sekarang mempunyai kerangka untuk mewujudkannya," kata Kushner dalam sebuah program di kantor berita CNN, Minggu 2 Februari 2020.

    "Tapi jika mereka tidak dapat memenuhi standar-standar yang telah ditentukan, maka saya rasa Israel tidak perlu mengambil risiko untuk mengakui mereka (Palestina) sebagai sebuah negara," lanjut dia.

    Kushner menambahkan: "Satu-satunya hal yang lebih berbahaya dari kondisi saat ini adalah munculnya sebuah negara gagal."

    Ia telah mendapat sejumlah kritikan karena mengucapkan kata-kata keras terhadap Palestina terkait rencana perdamaian Trump. "Jika mereka mengacaukan kesempatan ini, maka mereka akan memiliki rekam jejak sempurna sebagai pihak yang sering melewatkan kesempatan

    Selasa 28 Januari, Trump mengumumkan rencana perdamaian Palestina-Israel di Gedung Putih. Acara dihadiri banyak tamu undangan, namun sama sekali tidak melibatkan perwakilan dari Palestina.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai rencana perdamaian Trump lebih menguntungkan Israel. Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat Palestina untuk bersama-sama membuang rencana tersebut ke "tempat sampah sejarah."

    Dalam rencana tersebut, AS mendukung Yerusalem sebagai "ibu kota seutuhnya" Israel. Padahal, Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.
     
    Tidak hanya itu, rencana perdamaian Timur Tengah ala Trump juga membiarkan Israel menganeksasi sejumlah permukiman di Tepi Barat yang merupakan milik Palestina.
     
    Rencana Trump memaparkan sebuah visi mengenai status negara berdaulat Palestina di masa mendatang. Disebutkan bahwa Palestina nantinya bisa menjadi sebuah negara jika bisa memenuhi sejumlah syarat.
     
    Salah satu syaratnya adalah Palestina tidak boleh memiliki kekuatan militer, atau istilah lainnya demiliterisasi.

    Trump menjanjikan berdirinya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel. Namun peta dalam rencana Trump memperlihatkan Tepi Barat yang masih dipenuhi permukiman Israel, dan sebuah terowongan panjang yang menghubungkan area tersebut dengan Jalur Gaza.
     
    Jika dilihat dari peta tersebut, AS telah merestui Israel untuk bebas menganeksasi tanah Palestina di Tepi Barat.
     
    Mengenai Yerusalem, Trump mengatakan Israel sebaiknya tetap menguasai kota tersebut sebagai "ibu kota seutuhnya." Di waktu bersamaan, Trump menyebut masyarakat Palestina dapat mendeklarasikan ibu kota di dalam Yerusalem Timur yang diduduki Israel.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id