Kaukus Iowa Demokrat Jadi Pil Pahit untuk Joe Biden

    Marcheilla Ariesta - 06 Februari 2020 19:10 WIB
    Kaukus Iowa Demokrat Jadi Pil Pahit untuk Joe Biden
    Mantan Wapres AS Joe Biden (kanan) bersama Senator Bernie Sanders. Foto: AFP
    Iowa: Hasil Kaukus Iowa Partai Demokrat telah dirilis dan menyebutkan nama Pete Buttigieg sebagai pemenangnya. Kaukus ini merupakan pukulan telak bagi calon presiden dari Demokrat lainnya, Joe Biden.

    Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) itu harus menelan pil kekalahan dalam kaukus pertama. Biden yang difavoritkan menempati posisi keempat.

    Biden adalah seorang sentris yang menyebut dirinya sebagai kandidat yang paling mungkin mengalahkan Presiden Trump pada November. Sebelum mencalonkan diri, Biden memimpin dalam jajak pendapat.

    "Saya tidak ingin melakukan pembenaran, kami mengalami pukulan telak di Iowa. Seluruh prosesnya adalah pukulan telak. Ini bukan kali pertama dalam hidup saya telah dikalahkan," tuturnya.

    Biden mengakui kampanyenya di Iowa bermasalah. Namun dia menegaskan tidak akan mundur dan tetap maju agar bisa terpilih capres pada Konvensi Partai Demokrat Juli mendatang.

    "Ada banyak sekali orang di luar sana yang 'menghapus' kampanye ini. Mereka berusaha melakukan itu sejak saya masuk dalam pemilihan ini. Saya hanya bisa berkata, saya tidak ke mana-mana," tutur Biden, dikutip dari VOA.

    Meskipun kalah dari kaukus ini, peluang Biden masih terbuka lebar. Kemungkinan dia akan mendulang suara dari warga Afrika-Amerika dalam primer Demokrat di South Carolina pada 29 Februari mendatang.

    Dari 96 persen suara yang masuk, Biden hanya memperoleh 15,8 persen, sementara Buttigieg 26,2 persen. Perolehan suara Buttigieg berbeda sangat tipis dengan Bernie Sanders yang menduduki tempat kedua dengan suara 26,1 persen.

    Sementara itu, CNN, Kamis 6 Februari 2020 melaporkan, Buttigieg merupakan seorang politisi muda dan baru berusia 38 tahun. Dia kandidat presiden Demokrat pertama yang terbuka mengenai gay.

    Buttigieg mendukung asuransi kesehatan yang dioperasikan pemerintah tetapi juga mengizinkan warga untuk memiliki perlindungan asuransi swasta.

    Sedangkan kandidat pemenang kedua kaukus, Sanders, 78, merupakan sosialis demokratik yang mendeklarasikan akan menghilangkan asuransi swasta. Sanders, dalam kampanyenya, mengatakan akan memberikan semua mahasiswa empat tahun kuliah gratis.

    Ini berbeda dengan Buttigieg yang mengatakan akan membatasi kuliah gratis untuk keluarga berpenghasilan rendah, namun mencari cara lain untuk mengurangi utang.

    Meski demikian, keduanya mendukung 'Green New Deal' untuk memerangi pemanasan global, mendukung dekriminalisasi imigrasi ilegal, bersumpah untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran, dan mendukung membawa pulang pasukan AS dari Afghanistan.

    Dua Sistem Pemilihan Capres AS


    Ada dua sistem pada pemilihan kandidat calon presiden Amerika Serikat, yakni kaukus dan primer. Kedua sistem ini digunakan berbeda di tiap negara bagian Amerika Serikat.

    Meski demikian, kedua sistem ini nantinya akan menentukan jumlah delegasi pendukung capres yang akan dikirim pada konvensi partai. Setiap negara bagian nantinya akan memiliki jumlah delegasi berbeda untuk mengikuti konvensi partai.

    Kaukus merupakan metode pemilihan delegasi capres paling tua di AS. Sistem ini telah digunakan sejak penjajahan Inggris. Ada lima negara bagian dan tiga teritori AS yang menggunakan metode ini.

    Lima negara bagian yang menggunakan kaukus, yaitu Iowa, Nevada, North Dakota, Wyoming, dan Kentucky. Untuk Kentucky hanya khusus bagi Partai Republika. Sedangkan tiga teritori yang dimaksud adalah American Samoa, US Virgin Islands, dan Guam.

    Sistem ini tergolong unik, karena warga akan berkumpul di aula atau sebuah tempat perkumpulan di waktu yang ditentukan. Nantinya mereka akan secara aktif berpartisipasi dan berdebat untuk menentukan kandidat presiden partai.

    Kaukus Iowa dianggap penting karena merupakan negara bagian pertama yang melakukan pemilihan. Meski hanya merupakan fraksi kecil dari seluruh pemilihan AS, Iowa memegang peran penting karena menjadi yang pertama dan bisa menciptakan momentum serta tren ke depan.

    Sementara sistem primer persis seperti pemilihan umum. Para pemilih nantinya akan mendatangi lokasi pemilihan dan memilih secara tertutup dengan kertas suara. Ada 34 negara bagian yang memilih menggunakan sistem primer ini.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id