Iuran Tak Dibayarkan Anggota, PBB Krisis Anggaran

    Fajar Nugraha - 09 Oktober 2019 18:10 WIB
    Iuran Tak Dibayarkan Anggota, PBB Krisis Anggaran
    Sekjen Antonio Guterres peringatkan krisis anggaran di PBB. Foto: AFP
    New York: Krisis anggaran menerpa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga yang memiliki anggaran operasi tahunan hingga miliaran dolar ini, terancam hanya bisa membayar gaji karyawan untuk bulan ini.

    Lalu, mengapa PBB anggarannya saat ini berada pada batas minimal lebih dari USD200 juta. Jawabannya mudah, banyak negara anggota yang belum membayar iuran yang diharapkan. Hal itu juga termasuk Amerika Serikat.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa 8 Oktober 2019 memperingatkan tentang "krisis uang tunai terburuk yang dihadapi PBB dalam hampir satu dekade."

    “PBB menanggung risiko menipisnya cadangan likuiditas pada akhir bulan dan gagal bayar pada staf dan vendor,” ujar Guterres, seperti dikutip AFP, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Beberapa negara anggota tidak mampu memenuhi tenggat pembayaran iuran. Namun PBB tidak akan secara terbuka mengidentifikasi negara-negara itu, tetapi sumber mengatakan kepada AFP bahwa penyebab utamanya adalah Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Meksiko dan Iran.

    Secara keseluruhan, 64 negara berutang uang kepada PBB. Beberapa negara yang juga termasuk dalam daftar tidak taat dalam memenuhi anggaran adalah Venezuela, Korea Utara, Korea Selatan, Republik Demokratik Kongo, Israel dan Arab Saudi.

    “Negara terakhir yang membayar adalah Suriah yang dilanda perang,” tutur Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Selasa pada konferensi.

    Dalam surat yang dikirim Senin kepada 37.000 karyawan di sekretariat PBB, yang diperoleh AFP, Guterres mengatakan PBB memiliki defisit USD230 juta pada akhir September.

    Pada Selasa, ia mengindikasikan bahwa jika badan dunia itu tidak mengambil inisiatif untuk memotong pengeluaran sejak awal tahun, lubang itu akan lebih besar lagi dialami pada Oktober. Guterres memperkirakan kekurangan anggaran itu bisa mencapai USD600 juta. Jika terjadi, tentunya dapat mempengaruhi pertemuan umum bulan lalu yang dihadiri oleh semua anggota Sidang Majelis Umum bulan lalu.


    Potongan perjalanan


    Guterres mengucapkan terima kasih kepada 129 negara anggota yang telah membayar ‘dan mendesak mereka yang belum membayar untuk melakukannya secara mendesak dan penuh.’

    Untuk membatasi pengeluaran dari sekarang hingga akhir tahun, kepala PBB telah meningkatkan kemungkinan menunda konferensi dan pertemuan. Selain juga PBB akan membatasi semua kecuali perjalanan dinas penting dan mengurangi layanan.

    Seorang pejabat PBB yang berbicara secara rahasia mengatakan, Guterres telah mengangkat masalah anggaran dengan negara-negara anggota pada awal musim semi lalu. Guterres meminta mereka untuk membayar, tetapi negara-negara itu menolak.

    Kekurangan anggaran itu termasuk yang dikeluarkan operasi pasukan pemeliharaan perdamaian. Untuk pasukan ini, PBB mengeluarkan anggaran pada 2018-2019 mendekati USD5,4 miliar dengan Amerika Serikat berkontribusi 22 persen. Porsi masih berutang? Hampir USD1,4 miliar.

    Washington juga merupakan kontributor terbesar bagi penjaga perdamaian PBB. Tetapi pemerintahan Presiden Donald Trump telah menerapkan kebijakan garis keras pada pendanaan PBB. AS memotong kontribusi dan mendorong reformasi penghematan biaya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id