Ketua DPR AS Robek Naskah Pidato Trump

    Willy Haryono - 05 Februari 2020 11:41 WIB
    Ketua DPR AS Robek Naskah Pidato Trump
    Ketua DPR AS Nancy Pelosi (belakang Trump) robek salinan pidato Presiden Donald Trump. Foto: PBS
    Washington: Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi merobek naskah pidato kenegaraan Presiden Donald Trump di US Capitol, Washington, Selasa 4 Februari. Aksi tersebut dilakukan Pelosi yang berdiri bersama Wakil Presiden Mike Pence di belakang Trump.

    Pelosi adalah salah satu tokoh terdepan di balik proses pemakzulan yang dilayangkan kepada Trump.

    Saat tiba di Capitol Hill (Gedung Senat), Trump melanggar tradisi dengan tidak berjabat tangan dengan ketua DPR aktif, yakni Pelosi. Dikutip dari AFP, Rabu 5 Februari 2020, Pelosi terlihat tersenyum sinis saat Trump mengungkapkan berbagai pencapaiannya selama ini.

    Ketika Trump selesai berpidato, Pelosi berdiri dan merobek naskah pidato kenegaraan State of the Union (SOTU). Sementara Pence yang berada di sampingnya hanya bertepuk tangan memuji jalannya pidato Trump.

    Saat ditanya awak media mengenai alasan merobek naskah, Pelosi menjawab: "Karena itu merupakan hal yang sopan untuk dilakukan dibanding beberapa alternatif lainnya."

    Pidato kenegaraan Trump disampaikan satu hari menjelang keputusan persidangan pemakzulan Trump di level Senat AS.
     
    Selama ini, Trump menyebut proses pemakzulan terhadap dirinya sebagai sebuah "perburuan penyihir" yang dilakukan hanya untuk mencari-cari kesalahan. Juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan, tidak ada kata "pemakzulan" dalam naskah pidato Trump.

    Trump diyakini akan selamat dari proses pemakzulan karena mayoritas anggota Senat yang berasal dari Partai Republik terindikasi mendeklarasikan sang presiden tidak bersalah. Dalam proses pemakzulan ini, Trump menghadapi dua dakwaan: penyalagunaan wewenang dan menghalangi penyelidikan Kongres AS.

    Sementara itu, tokoh oposisi Venezuela hadir dalam pidato kenegaraan ini. Menyambut kedatangan Guaido, Trump berjanji bahwa "tirani" Maduro akan segera "dihancurkan."

    "Maduro adalah pemimpin tidak sah, seorang tiran yang menyakiti rakyatnya secara brutal. Namun cengkeraman tirani Maduro akan dihancurkan," ujar Trump saat menyapa Guaido.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id