Liga Arab Minta Iran Ubah Arah Kebijakan

    Willy Haryono - 15 Juni 2019 07:01 WIB
    Liga Arab Minta Iran Ubah Arah Kebijakan
    Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit. (Foto: AFP)
    New York: Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyerukan Iran untuk "berhati-hati dan mengubah arah" kebijakan. Pernyataan disampaikan terkait serangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis 13 Juni.

    Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal tanker tersebut. Iran membantahnya dengan keras.
    Usai bertemu Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Gheit menilai adanya beberapa laporan berbeda mengenai insiden serangan terhadap tanker di Teluk Oman.

    "Kami meyakini pihak yang bertanggung jawab di balik serangan ini harus benar-benar dipastikan," ujar Gheit, dilansir dari laman Al Arabiya, Sabtu 15 Juni 2019.

    "Fakta-faktanya akan terungkap, saya yakin itu. Ini hanyalah masalah waktu," sambung dia.

    Gheit mengatakan kepada awak media bahwa dirinya meyakini tidak ada negara Arab yang "berusaha mengganggu rute pelayaran atau melukai dirinya sendiri seperti yang kita lihat di Teluk Oman atau Selat Hormuz."

    Meski dirinya tidak menyalahkan Iran atas serangan tanker di Hormuz, Gheit menyerukan Teheran untuk secara umum lebih berhati-hati dalam bertindak. Imbauan juga disampaikan Gheit terkait ketegangan antara Iran dengan AS yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

    "Seruan saya untuk saudara-saudara di Iran adalah -- berhati-hati dan ubah arah (kebijakan), karena kalian terus mendorong semua pihak ke arah kontrontasi. Saat konfrontasi terjadi, tidak ada ada pihak yang aman," sebut Gheit.

    Baca: AS Punya Bukti Kuat Iran Dalang Serangan Kapal Tanker

    Penyelidikan Independen

    Guterres menyerukan investigasi independen untuk mengungkap deretan fakta dan pihak bertanggung jawab atas serangan terhadap dua tanker di Teluk Oman yang terjadi pada Kamis 13 Juni.

    Di tengah ketegangan di kawasan, Guterres mengaku siap menjadi mediator pihak berseteru. Namun, ia mengatakan bahwa "saat ini belum ada mekanisme dialog belum memungkinkan."

    Menurut Guterres, konfrontasi terbuka di Teluk tidak dapat dibiarkan terjadi.

    "Sangatlah penting untuk mengetahui kebenaran, termasuk pihak yang bertanggung jawab (atas serangan). Tentu saja, hal itu baru bisa diketahui jika ada entitas independen yang dapat memverifikasi deretan fakta," kata Guterres di hadapan media. Ia meyakini hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat memerintahkan adanya investigasi independen.

    Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa Kepala Urusan Politik PBB Rosemary DiCarlo telah bertemu Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di sela pertemuan Dewan Kerja Sama Shanghai pada JUmat 14 Juni. Ia juga menambahkah, Guterres beserta jajaran staf telah berkomunikasi dengan banyak negara mengenai pentingnya menghindari terjadinya konfrontasi.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id