Boeing 737 MAX Dipastikan Gagal Dapatkan Izin Terbang

    Arpan Rahman - 24 Mei 2019 16:06 WIB
    Boeing 737 MAX Dipastikan Gagal Dapatkan Izin Terbang
    Boeing 737 MAX masih belum bisa terbang kembali setelah dua kecelakaan maut yang menewaskan 346 orang. (Foto: AFP).
    Washington: Regulator penerbangan sipil dari seluruh dunia gagal memastikan, kapan pesawat Boeing 737 MAX dapat kembali mengangkasa setelah dikandangkan menyusul dua kecelakaan mematikan.

    Baca juga: Boeing Akhirnya Menangguhkan 737 Max.

    "Satu-satunya jadwal adalah memastikan pesawat itu aman untuk terbang," ujar Daniel Elwell, penjabat kepala Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA).

    “Ada kesepakatan yang antusias untuk melanjutkan dialog. Tetapi masing-masing negara harus membuat keputusan sendiri,” tuturnya.

    "Jika mereka menerbangkan relatif dekat dengan waktu kami, saya pikir itu akan membantu dengan kepercayaan publik. "Kita tidak bisa didorong oleh jadwal yang sembarangan," cetusnya, disitat dari laman AFP, Jumat 24 Mei 2019.

    Sampai 737 MAX jatuh di Ethiopia pada Maret dan Indonesia pada Oktober, yang menewaskan 346 orang, praktik yang umum ialah bahwa regulator udara akan mengikuti penilaian badan yang mengawasi model, dalam hal ini FAA.

    "Setelah kami menjawab permintaan informasi dari FAA, kami akan siap untuk menjadwalkan penerbangan uji sertifikasi dan menyerahkan dokumentasi sertifikasi final," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

    Para penyelidik telah memfokuskan diri pada Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver  (MCAS) dari Boeing MAX 8 yang antistall dalam penyelidikan tentang dua tabrakan mematikan tersebut.

    Boeing pekan lalu mengatakan pembaruan MCAS siap untuk proses sertifikasi, dan maskapai penerbangan AS berharap pesawat bisa kembali mengudara tepat waktu sebagai bagian dari puncak perjalanan musim panas.

    Baca juga: Pemerintah AS Audit Sertifikasi Boeing 737 Max.

    Namun Elwell pada Kamis mengatakan prosesnya bisa memakan waktu satu bulan, dua bulan atau lebih. "Itu semua ditentukan oleh apa yang kami temukan dalam analisis aplikasi kami," katanya di CNBC.

    Setelah Boeing menyerahkan semua dokumentasi, FAA akan melakukan uji terbang dan analisis terperinci guna mengevaluasi keamanan perangkat lunak.

    Richard Aboulafia, seorang analis penerbangan di Teal Group, berkata Boeing ingin menghindari keharusan mengulangi proses tersebut. "Ada banyak yang dipertaruhkan dalam hal kesan pertama oleh regulator dunia," katanya kepada AFP.

    Maskapai penerbangan AS yang mengoperasikan 737 MAX, termasuk American Airlines, Southwest, dan United, mengatakan berharap pesawat-pesawat itu terbang lagi paling lambat pertengahan Agustus.

    Reputasi FAA telah merosot sejak kecelakaan Maret, dan menghadapi tuduhan mengenai hubungan yang terlalu nyaman dengan raksasa penerbangan. Otoritas penerbangan lain sekarang tampaknya lebih kecil kemungkinannya untuk menyusul agensi AS.

    Baca juga: Boeing Tampik ‘Burung’ Sebabkan Kecelakaan 737 MAX.

    Michel Merluzeau dari Air Insight Research, mengatakan para pejabat Amerika dapat mengakhiri pengandangan 737 MAX menjelang akhir musim panas, otoritas di negara lain mengikuti ‘beberapa bulan’ kemudian.

    "Kami menuju untuk kembali ke layanan yang bisa berjalan tepat waktu," katanya.

    Badan Keamanan Penerbangan Eropa, Kanada, dan Brasil di antara negara-negara yang mengatakan akan melakukan evaluasi tersendiri untuk perbaikan MCAS.

    Apa yang akan dilakukan Tiongkok, negara pertama yang menginstal MAX, juga tidak diketahui mengingat maraknya friksi perdagangan dengan AS.

    Sekitar 60 perwakilan dari 33 negara menerima undangan FAA buat menghadiri konferensi regulator di Texas. "Sebelum Boeing MAX kembali terbang, kami membutuhkan jawaban dan transparansi," kata Asosiasi Kokpit Eropa Kamis dalam sebuah pernyataan.

    Organisasi itu, yang mewakili 38.000 pilot dari 36 negara, mengatakan "sangat mengganggu" bahwa FAA dan Boeing sedang mempertimbangkan kembali terbang, namun tidak mengungkapkan "banyak pertanyaan menantang yang ditimbulkan oleh filosofi desain MAX."

    Di luar reputasi Boeing, krisis 737 MAX menimbulkan biaya keuangan besar, mengingat pesawat tersebut mewakili 80 persen dari pesanan perusahaan pada akhir bulan lalu.

    Perusahaan, yang telah menangguhkan pengiriman, hanya dibayar saat pengiriman dan harus mengganti kerugian maskapai penerbangan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id