Jefri Nichol Legawa Divonis 7 Bulan Rehabilitasi

    Dhaifurrakhman Abas - 11 November 2019 22:54 WIB
    Jefri Nichol Legawa Divonis 7 Bulan Rehabilitasi
    Jefri Nichol dalam sidang putusan di PN Jaksel, Senin, 11 November 2019 (Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas)
    Jakarta: Aktor Jefri Nichol legawa dengan putusan Majelis Hakim terkait kasus narkotika yang dilakukan. Dia divonis tujuh bulan masa rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Timur.

    "Setelah aku konsultasi sama pengacara, aku terima saja," kata Jefri saat diwawancara awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019.

    Dia tak kecewa meski masa tuntutan lebih berat satu bulan dari permohonan yang diajukan pada persidangan tempo hari. Dalam pledoi pembelaannya, Jefri mengajuka keringanan hukuman rehabilitasi jalan selama enam bulan.

    "Sudah cukup. Enggak apa-apa. Semoga aja tujuh bulan rehab aku itu kan masih bisa dimanfaatkan untuk ikut program-program yang lain," sambung dia.

    Dia juga merasa lega persidangan kelar dilaksanakan hari ini. Meskipun Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding hasil putusan tuntutan Majelis Hakim.

    "Lega. Lega banget," paparnya.

    Dia juga mengaku kapok dengan perkara yang menimpa dirinya. Usai persidangan, Jefri memastikan dirinya akan menjauhi narkoba dan menjalani hidup yang lebih baik.

    "Pasti, itu pasti," tutup Jefri meninggalkan ruang persidangan.

    Sebelumnya, aktor Jefri Nichol dituntut tujuh bulan rehabilitasi di RSKO Cibubur atas kasus penyalahgunaan narkotika. Hal itu diucapkan Majelis Hakim dalam pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

    "Menyatakan terdakwa Jefri Nichol terbukti telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jefri Nichol dengan pidana penjara selama tujuh bulan," kata majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019.

    Masa hukuman ini lebih ringan tiga bulan dari keputusan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan sebelumnya. Saat itu Jefri didawa dua Pasal 111 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    "Menetapkan lamanya masa penangkapan tahanan dan masa rehabilitasi dikurangkan sebelumnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan terdakwa menjalani sisa pidana melalui rehabilitasi di RSKO," sambungnya.

    Hukuman Jefri diringankan karena alasan memberatkan dan meringankan. Jefri dianggap tobat dan tak mau mengulangi kesalahannya serta berusaha menata hidup yang lebih baik.

    Namun Jaksa Penuntut Umum, Jefri Hardi, melakukan pengajuan banding tuntutan yang diberikan Majelis Hakim. Dia mengatakan akan melakukan memelajari putusan dalam tenggat waktu sepekan.

    "Setelah berdiskusi menerima keputusan Hakim Ketua. Kami akan pikir-pikir," ucap Jefri Hardi menutup sidang.
     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id