Atalarik Syach Sindir Tsania Marwa yang Menangis saat Gagal Jemput Anak

    Sunnaholomi Halakrispen - 03 Mei 2021 18:42 WIB
    Atalarik Syach Sindir Tsania Marwa yang Menangis saat Gagal Jemput Anak
    Tsania Marwa (Foto: Instagram)



    Jakarta: Mantan istri aktor Atalarik Syach, aktris Tsania Marwa, menangis setelah gagal menjemput anak di rumah Atalarik. Lantaran sikap tersebut, sang mantan suami pun memberikan sindiran.

    Awlanya, Tsania Marwa dinyatakan memenangkan perebutan hak asuh anak. Kemudian, ia mendatangi rumah Atalarik bersama sejumlah petugas dari pihak KPAI serta Pengadilan Agama Cibinong, untuk menjemput dua buah hatinya.






    Pada Kamis pagi, 29 April 2021 hingga sore hari, mereka berada di depan rumah Atalarik karena tidak dibolehkan masuk oleh penjaga rumah. Saat itu, pemilik rumah tidak berada di lokasi. 

    Tsania pun masuk ke rumah mantan suaminya seorang diri. Setelah keluar dari rumah itu, ia menyatakan sembari menangis, bahwa anak-anaknya tidak mau dibawa pergi olehnya.

    Tsania yakin, dua anaknya telah diprovokasi untuk menolak dijemput sang ibunda. Bahkan, anak-anaknya pergi ke kamar dan mengunci pintu.

    Peristiwa tersebut membuat Atalarik bereaksi. Pria berusia 47 tahun ini seolah memberikan sindiran kepada mantan istrinya, bahwa tangisan Tsania tidak akan mampu untuk membuat keluarganya iba.

    "Ketika air-air mata TikTok tidak terpakai dikeluargaku hahaha," tulis Atalarik di Instagram miliknya.

    Tak lama kemudian, Atalarik Syach menuliskan surat yang menjelaskan kejadian anaknya yang menolak dijemput ibu mereka. Dirinya tidak menerima cara penjemputan tersebut.

    "Surat terbuka ini saya sampaikan karena masalah rumah tangga saya sudah menjadi konsumsi publik. Dimulai dari perceraian saya dengan mantan istri saya yang melakukan tindakan Nusyuz hingga saat ini berujung perebutan hak asuh anak, berlanjut keputusan kasasi yang telah memenangkan mantan istri saya," tulisnya mengawali surat itu.

    "Kemudian Pengadilan Agama Cibinong Jawa Barat menetapkan eksekusi anak-anak saya pada tanggal 29 April 2021. Alhamdulillah, anak-anak dengan kuasa Allah SWT dan atas kemauan mereka sendiri hanya mau tinggal bersama saya, Bapak mereka," tambahnya.

    Pada surat tersebut, ia menekankan bahwa dirinya sedang bekerja dan tidak berada di lokasi kejadian. Ia juga merasa sedih dengan sebutan eksekusi terhadap penjemputan anak. Kedatangan puluhan polisi dari Polres Cibinong dan provos merupakan tindakan yang berlebihan baginya dan memancing kerusuhan. 




    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id