Perjuangan Jada Pinkett Smith Melawan Depresi

Purba Wirastama - 14 Juni 2018 03:20 wib
Jada Pinkett Smith (Foto: Usmagazine.com)
Jada Pinkett Smith (Foto: Usmagazine.com)

California: Penyanyi dan aktris Jada Pinkett Smith ternyata pernah mengalami depresi dan sempat menimbang untuk bunuh diri. Dia membagikan pengalaman ini di media sosial, menyusul tragedi kematian Kate Spade dan Anthony Bourdain.

"Satu hal yang aku pelajari dalam hidupku selama bertahun-tahun, bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang harus kita latih setiap hari, tidak hanya ketika isu itu muncul," tulis Jada dalam pos foto Instagram @jadapinkettsmith, Senin, 11 Juni 2018.

"Kita harus merawat pikiran dan jiwa kita seperti kita merawat tubuh. Kematian Kate dan Anthony mengingatkan aku kepada perasaan ketika aku hilang harapan dan pernah menimbang kematian serupa... sering," lanjutnya.

Istri aktor Will Smith ini lantas bercerita, dia menyembuhkan diri dan berjuang melawan itu selama bertahun-tahun. Beberapa bulan silam, dia menyadari bahwa pikiran dan hati bisa sangat lemah tanpa pondasi jiwa yang kuat. 

Menurut Jada, kesehatan mentalnya dipengaruhi oleh berbagai hal dalam hidup sehari-hari. Mulai dari makanan, tontonan televisi, musik, perlakuan diri ke tubuh, praktik spiritual, orang-orang sekitar, serta seberapa banyak tekanan yang mau dia tanggung.

Baginya, kesehatan mental harus dilatih setiap hari dengan cara mencintai diri sendiri secara mendalam. Dia merasa mampu memahami situasi seperti apa yang dihadapi oleh Kate dan Anthony.

"Semoga Kate dan Anthony beristirahat dalam damai. Mungkin banyak yang tidak mengerti, tetapi aku paham, dan pagi ini, aku punya rasa syukur mendalam atas apa yang aku lalui," tutup Jada.

Jada kini berusia 46. Dia telah bermain dalam puluhan film dan serial televisi sejak 1990. Pada 2002, dia membentuk grup metal bernama Wicked Wisdom yang telah merilis satu album.

Jada sempat berhenti aktif di media sosial selama beberapa tahun. Pada awal Mei lalu, dia bergabung kembali dan rutin membagikan foto dan video.

 




(ASA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.