Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan

    Dhaifurrakhman Abas - 13 Agustus 2020 11:18 WIB
    Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan
    Jerinx (Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf)
    Jakarta: Pemain drum Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau Jerinx akan mengajukan penangguhan penahanannya di Mapolda Bali terkait kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di media sosialnya. Hal ini dilakukan melalui tim kuasa hukumnya.

    "Kami tetap menggunakan segala upaya hukum yang tersedia termasuk mengajukan penangguhan penahanan," kata Kuasa hukum Jerinx, Wayan Gendo Suardana , ketika ditemui di Mapolda Bali, Rabu 12 Agustus 2020.

    Dalam hal ini, Gendo memaparkan, kliennya itu ditetapkan menjadi tahanan selama 20 hari. Tim kuasa hukum akan berupaya semaksimal mungkin dalam memenuhi upaya penangguhan penahanan Jerinx sesuai prosedur hukum yang berlaku. 

    "Selebihnya berupaya untuk memenuhi proses hukum sebaik-baiknya," terangnya.

    Lebih lanjut, Gendo menyebut Jerinx tak menyoal ketika ditetapkan sebagai tahanan Polda Bali terkait kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di media sosialnya. Jerinx sudah siap dengan risiko yang ada.

    "Kami tadi memastikan kondisi Jerinx. Dan Jerinx memang siap dengan segala risikonya. Mereka berdua (Jerinx dan istrinya Nora Alexander) pasangan yang sudah tahu akan konsekuensi dari kritik-kritik yang mereka sampaikan," ucap Gendo.

    Gendo juga menekankan kliennya akan kooperatif dalam melalui proses hukum yang sedang berjalan.

    "Klien kami kooperatif. Selama pemeriksaan juga terbuka dan tidak berbelit-belit. Jadi apa yang dilakukan ya diakui. Apa yang menjadi dasar alasan dikatakan jelas," tandas Gendo.

    Polda Bali telah melakukan penahanan terhadap penabuh drum Superman is Dead (SID) I Gede Ari Astana alias Jerinx hari ini, Rabu 12 Agustus 2020. Hal ini terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di media sosialnya. Jerinx menyebut IDI sebagai kacung WHOm

    Adapun Jerinx dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP. Dia terancam hukuman 6 tahun penjara.



    (ASA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id