13 Tahun Dikendalikan Ayah, Britney Spears Mengaku Depresi

    Sunnaholomi Halakrispen - 24 Juni 2021 10:55 WIB
    13 Tahun Dikendalikan Ayah, Britney Spears Mengaku Depresi
    Britney Spears (Foto: wenn)



    Jakarta: Penyanyi Britney Spears akhirnya buka suara terkait kasus konservatori atau perwalian yang dilakukan ayahnya, Jamie Spears. Selama 13 tahun keuangannya dikendalikan sang ayah, kini Britney mengaku dirinya tidak baik-baik saja.

    "Saya memiliki banyak hal untuk dikatakan, jadi bersabarlah. Saya rasa saya tidak didengar pada tingkat apa pun ketika saya datang ke pengadilan terakhir kali," ucapnya di hadapan hakim, dilansir dari People.

     



    Curahan hati yang tak pernah dikatakannya diungkapkan di pengadilan Los Angeles dan di hadapan Hakim Brenda Penny. Sebab, sebelumnya dia mengatakan dirinya baik-baik saja melalui media sosial.

    "Saya telah berbohong dan mengatakan kepada seluruh dunia bahwa saya baik-baik saja dan saya bahagia. Itu bohong. Saya telah menyangkal," akunya.

    "Aku trauma. Berpura-pura sampai kalian percaya, tapi sekarang aku mengatakan yang sebenarnya, oke? Aku tidak bahagia. Aku tidak bisa tidur. Aku depresi. Aku menangis setiap hari," tambahnya.

    Wanita berusia 39 ini pun meminta untuk mengakhiri 13 tahun konservatori oleh ayahnya. Meskipun, ia tidak tahu apakah dirinya bisa membuat petisi untuk mengakhiri perwalian tersebut.

    Britney juga membongkar apa yang salama ini terjadi dan yang dirasakannya. Kesabarannya telah habis, karena ia selama ini telah melakukan lebih dari cukup. Ia menekankan bahwa dia hanya ingin kehidupannya kembali.

    "Sudah 13 tahun dan itu sudah cukup. Aku ingin bisa didengar. Aku menyimpan ini sangat lama, ini tidak baik untuk hatiku. Aku sangat marah dan menangis setiap hari. Untuk kewarasanku, aku butuh mengeluarkannya dari hatiku. Kemarahan, semuanya. Alasan utama kenapa aku di sini hari ini adalah aku ingin mengakhiri perwalian tanpa dievaluasi," ungkapnya.

    Ia menjelaskan alasan kenapa konservatori harus dicabut. Salah satunya, karena selama ini dia tidak mendapatkan privasi. Dia juga tidak bisa menjalani kehidupan yang utuh.

    "Mereka membuat saya merasa seperti hidup dalam program rehabilitasi. Saya memang butuh sedikit terapi. Tapi saya ingin maju secara progresif. Saya ingin menikah dan punya bayi. Konservatori ini lebih merugikan saya daripada kebaikan," jelasnya.

    "Saya layak untuk memiliki kehidupan! Saya telah bekerja sepanjang hidup saya. Saya merasa dikeroyok. dan saya merasa diintimidasi dan saya merasa ditinggalkan dan sendirian. Saya lelah merasa sendirian," bebernya.

    Di sisi lain, pengacara Jamie Spears, Vivian Lee Thoreen, berbicara di hadapan pengadilan mewakili pernyataan dari kliennya. "Jamie menyesal melihat putrinya sangat kesakitan. Dia mencintai putrinya dan sangat merindukannya," ujar pengacara itu.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id