Selain Narkoba, Polisi Sita Senjata Api dan Peluru Tajam di Rumah Nindy Ayunda

    Elang Riki Yanuar - 12 Januari 2021 17:06 WIB
    Selain Narkoba, Polisi Sita Senjata Api dan Peluru Tajam di Rumah Nindy Ayunda
    Rilis penangkapan suami Nindy (Foto: via Youtube Intens)
    Jakarta: Polisi menangkap suami penyanyi Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono (APH) di rumahnya di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Polisi menyita sejumlah barang bukti mulai dari pil happy five, alat hisap sabu dan senjata api.

    "Hari Kamis 7 Januari pukul 19.00 WIB, Sat Narkoba berhasil menangkap salah seorang yang diduga adalah pengguna narkotika yaitu saudara APH. Dari yang bersangkutan kami mendapatkan barang bukti yaitu, 1 butir happy five, satu plastik kecil berisi setengah happy five. Lalu saat dilakukan penggeledahan lanjutan kami menemukan sebuah senpi jenis Beretta kaliber 6.35," jelas Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat ditemui di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

    Polisi kemudian melakukan tes urine kepada APH. Hasilnya dia dinyatakan positif menggunakan narkoba. Kepada polisi, APH mengaku mendapatkan narkoba ketika berlibur di Australia.

    "Kepada yang bersangkutan kami coba tes urine, hasilnya positif amfetamin dan metamfetamin. Kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan terkait kasus ini. Kemungkinan akan ada pemanggilan saksi lainnya. Menurut APH, dia mendapatkan barang tersebut dari rekannya yang dia panggil dude, atau bro saat berlibur di Sydney," katanya.

    Khusus untuk kepemilikan senjata api, Sat Narkoba Polres Jakarta Barat akan melimpahkan perkaranya ke Sat Reskrim Polres Jakarta Barat. Polisi akan mendalami untuk keperluan apa dia menyimpan senjata di rumah.

    "Kepemilikan senjata api akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Karena memang kami baru melakukan pemeriksaan terkait narkotikanya. Selain senpi ini kami juga menemukan peluru tajam 50 butir," ucap Ady.

    Polisi akan menjerat APH dengan Pasal 127 ayat 1 huruf a UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 62 terkait psikotropika.

    "Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta," tutup Ady.

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id