Ernest Prakasa Sebut Giring Maju Capres sebagai Gimmick yang Kebablasan

    Dhaifurrakhman Abas - 25 Agustus 2020 09:51 WIB
    Ernest Prakasa Sebut Giring Maju Capres sebagai Gimmick yang Kebablasan
    Giring dalam video pernyataan dirinya mencalonkan presiden (Foto: dok. PSI)



    Jakarta: Sineas dan komika Ernest Prakasa berpendapat terkait pencalonan Giring Ganesha sebagai bakal calon presiden periode 2024 oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya itu langkah yang kurang tepat.

    "Bagi saya, pencalonan Giring adalah gimmick yang kebablasan," kata Ernest melalui cuitan Twitter @ernestprakasa, dikutip Selasa 25 Agustus 2020.

     



    Menurut Ernest, Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dinilai belum matang secara pengalaman politik. Pencalonan diri Giring, kata Ernest, seolah menggambarkan PSI main-main dengan pesta demokrasi.

    "Memajukan figur untuk menjadi capres hanya bermodalkan popularitas, bukan pengalaman politik yang jelas. PSI tidak menganggap pencapresan sebagai sesuatu yang serius, maka saya pun tidak lagi menganggap mereka serius," terang Ernest.

    Pencalonan Giring menjadi bakal calon presiden Praktis membuat Ernest kurang bersimpati dengan PSI. Meskipun Ernest sempat kagum dengan semangat PSI memperbaiki iklim politik Indonesia di awal berdirinya partai sejak 2014 lalu.

    "Selama ini saya secara terbuka menyatakan simpati terhadap perjuangan rekan-rekan di PSI, mengamini niat mereka untuk memperbaiki iklim perpolitikan Indonesia. Pencalonan Giring sebagai capres, apapun motifnya, telah mengakhiri simpati itu," tandas dia.

    Sebelumnya diberitakan, Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha membenarkan ingin ikut berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Giring menyebut alasannya maju sebagai bakal calon presiden 2024 untuk mewakili semangat anak muda dalam menjalankan politik Indonesia.

    "Saya paham banyak generasi muda yang kecewa dengan politik karena merasa diabaikan, ditinggalkan dan akhirnya politik menjadi sesuatu yang enggak menarik. Pertanyaannya kalau kita merasa diabaikan dan ditinggalkan, apakah kita akan diam? buat saya reaksi yang sebaiknya diambil justru melibatkan diri supaya politik jangan jatuh ke tangan yang salah," terang dia.

    Eks vokalis Nidji ini juga berangan-angan dapat mengisi ruang politik pada 2024 dengan anak muda yang berkompenten. Dia berencana akan merangkul kalangan muda dalam menghadapi tantangan global ke depan.

    "Bagaimana kalau yang memimpin bukan anak muda, siapa yang lebih mengerti tentang kebutuhan anak muda itu ya selain anak muda itu sendiri dan Partai Solidaritas Indonesia," jelas eks vokalis grup musik Nidji itu.

    Nama Giring mulai dikenal publik pada 2006, lewat perannya sebagai vokalis grup musik Nidji. Pada 2017, Giring memutuskan hengkang dari band yang membesarkan namanya itu, untuk fokus pada dunia politik dan bisnis. 

    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id