comscore

Sejarah dan Latar Belakang Novel Lupus Karya Hilman Hariwijaya

Medcom - 09 Maret 2022 13:47 WIB
Sejarah dan Latar Belakang Novel Lupus Karya Hilman Hariwijaya
Hilman Hariwijaya (Foto: instagram)
Jakarta: Kabar duka datang dari dunia hiburan. Penulis Hilman Hariwijaya, meninggal dunia pada hari Rabu, 9 Maret 2022.

Seniman tersebut meninggalkan karya-karyanya yang telah melegenda di Indonesia, salah satunya novel Lupus yang telah terjual sebanyak 3,8 juta copy di pasaran.
Dalam wawancara di tahun 2015 bersama medcom.id, Hilman membedah sejarah dan latar belakang dirinya menulis novel yang berawal dari majalah remaja Hai di dekade 80-an sampai 90-an.

"Awalnya saya ngebayangin mau ciptain tokoh kayak apa, saya mau menciptakan sesuatu yang baru. Gambaran anak muda pada saat itu, mulai dari cara ngomong sampai cuek-cueknya. Dulu cerita remaja tuh yang bikin bukan remaja, dulu Arswendo Atmowiloto (redaktur di majalah Hai) yang sering bikin. Sedangkan saya menulis memang seusia Lupus dengan dunia dan lingkungan saya sendiri. Melihat teman-teman dekat saya, akhirnya terciptalah Lupus dan geng-gengnya." tutur Hilman.

Hilman membeberkan fakta menarik bahwa nama Lupus berasal dari nama rasi bintang. Rasi Bintang tersebut dia ketahui saat dirinya menjadi anggota klub astronomi, melakukan observasi Komet Halley.

"Lupus itu nama rasi bintang, saya juga suka astronomi, suka mengkhayal. Di Planetarium ikut klub astronomi, waktu itu komet Halley melintas dan saya ikut ke Cibubur untuk pengamatan, terus ada astronom pendamping dan dia ngomong, 'Sekarang lagi melintasi gugusan bintang lupus'." kata Hilman.

Hilman mengugkapkan rasa sayangnya terhadap karakter Lupus, dia juga tidak ingin memberikan Lupus kepada orang lain. Alasannya karena kemungkinan watak Lupus akan berubah jika berganti penulis.

“Karakter buat saya kayak anak, makanya saya jaga banget Lupus. Setiap pengarang, karakter yang diciptakan itu anak-anak dia. Kita kayak Tuhan, menentukan karakter yang kita ciptain mau gimana. Jangan sampai kita membunuh karakter kita sendiri.  Kalau yang enggak dijaga, 'dibunuh' sendiri,  jadinya orang lain enggak simpati dengan karakter itu. Itu kenapa saya enggak mau kasih Lupus ke orang lain, karena saya enggak tahu nanti batasan-batasannya. Saya enggak mau Lupus nanti misalnya, gampar orang,” katanya.

Selain menulis Lupus, Hilman Hariwijaya juga pernah berkecimpung di dunia penulisan film dan sinetron, beberapa karya tulisnya seperti film Dealova dan Anak Ajaib serta sinetron Anak Jalanan, Cinta Fitri, Catatan Hati Seorang Istri dan Dari Jendela SMP. (Yahya Nadim Oday)


 

(ELG)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id