Slankers Asal NTT Tak Sabar Divaksin Covid-19

    Medcom - 31 Juli 2021 09:00 WIB
    Slankers Asal NTT Tak Sabar Divaksin Covid-19
    Slank di Acara Vaksin untuk Indonesia (Foto: dok. Metro Tv)



    Jakarta: Seorang Slankers asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Narmy menyampaikan unek-uneknya mengenai ketersediaan vaksin yang belum merata di daerahnya. Padahal, dia sudah tidak sabar menerima vaksin covid-19.

    "Ketersediaan vaksin untuk provinsi Nusa Tenggara Timur itu berapa sih jumlahnya?” kata Narmy dalam tayangan Vaksin Slank Untuk Indonesia.

     



    Pertanyaan Narmy langsung dijawab dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dan ditunjuk sebagai salah satu juru bicara Pemerintah untuk vaksinasi COVID-19.

    Menurut Siti Nadia, kebutuhan vaksin di Indonesia sangat banyak, yakni 426,5 juta dosis. Namun, dosis vaksin itu tidak datang secara bersamaan sehingga menyebabkan adanya penjadwalan vaksin secara bertahap.

    "Nah memang masyarakat kita imbau untuk divaksin sesuai dengan jadwalnya, jadi harus dilakukan pertahapan-pertahapan," dr. Siti Nadia.

    Banyaknya dosis vaksin yang diperlukan untuk masyarakat Indonesia membuat penyebaran vaksin yang belum merata di beberapa daerah di Indonesia. Karena Indonesia bukanlah negara produsen vaksin, masyarakat diimbau untuk melakukan vaksin sesuai jadwal.

    "Mulai dari Agustus kita menerima 40 juta dosis vaksin, September akan ada 50 juta vaksin, bahkan Oktober, November dan Desember kita akan menerima 70-80 juta dosis vaksin," jelas Nadia.

    Siti Nadia menjelaskan jika akses vaksin bisa dilakukan dengan mudah, baik itu di Ibukota Provinsi maupun di daerah-daerah terpencil lainnya. Akses vaksin yang paling mudah yaitu bisa dengan cara menghubungi RT/RW setempat, atau bisa datang langsung ke Puskesmas daerah setempat.

    "Jika terhubung dengan berbagai informasi dengan media elektronik, atau kita bisa searching vaksin covid-19 nanti sudah banyak juga informasi di berbagai media seperti instagram, atau website," tutup Siti Nadia.

    Vaksin Slank untuk Indonesia


    Sementara itu, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin Slank untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus". Tetapi, juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin Slank untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenaie kehidupan kita, supaya tetap semangat," terang drummer Slank, Bimbim.

    "Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," tambahnya.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    (Putri Purnama Sari)

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id