Rara Sekar Buat Petisi Bebaskan Ananda Badudu

    Cecylia Rura - 27 September 2019 13:23 WIB
    Rara Sekar Buat Petisi Bebaskan Ananda Badudu
    Ananda Badudu (Foto: via Kitabisa)
    Jakarta: Musikus sekaligus aktivis Ananda Badudu pagi tadi dijemput aparat kepolisian di kediamannya. Ananda mengabarkan penjemputannya melalui media sosial Twitter dan Instagram, Jumat, sekitar pukul 04.00 WIB pagi.

    "Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," tulis Ananda.

    Kronologi penangkapan Ananda Badudu juga dibagikan melalui fitur Instagram Stories. Tampak, sejumlah pria mendatangi kediaman Ananda dan menunjukkan surat penjemputan untuk Ananda.

    Rara Sekar, rekan Ananda Badudu saat merintis grup musik Banda Neira, mengajukan petisi online melalui Change.org untuk membebaskan Ananda Badudu.

    "Teman dekat saya, Ananda Badudu, pagi ini ditangkap oleh pihak kepolisian. Salah satu alasannya karena membantu mengumpulkan dan menyalurkan dana dari masyarakat untuk mendukung aksi demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil pada 23-24 September 2019 lalu," bunyi sepenggal keterangan dari Rara Sekar dalam laman petisi untuk membebaskan Ananda.

    Rara Sekar menceritakan kronologi penangkapan. Ananda Badudu didatangi pihak kepolisian sekitar pukul 04.00 WIB pagi di kamar kosnya kawasan Jakarta Selatan. Pukul 04.25 WIB kamar Ananda diketuk dan dibukakan oleh temannya.

    "Bapak Eko selaku pimpinan tamu dari Polda Metro Jaya menunjukkan kartu identitas dan lencananya. Namun, tiga orang lain yang mendampinginya tidak mengenakan seragam ataupun membawa identitas. Mereka hanya mengatakan membawa surat penangkapan Ananda atas keterlibatannya dalam aksi demonstrasi," lanjut Rara.

    Dalam keterangan lanjut dari Rara, Ananda Badudu lalu dibawa ke kantor Resmob Polda Metro Jaya menggunakan mobil Avanza berwarna putih didampingi teman sekamar Ananda. Kronologi ini juga disaksikan oleh satpam gedung dan dua orang tetangga.

    Ananda Badudu menggalang dana melalui laman laman Kita Bisa untuk memenuhi keperluan logistik dan mendukung aksi demonstrasi mahasiswa serta kelompok masyarakat sipil pada 23-24 September 2019 lalu. Ananda juga aktif memantau wilayah mana saja yang membutuhkan ambulans dan bantuan medis terhadap demonstran yang mengalami luka-luka.

    "Ananda tidak sendiri, apabila Ananda sendiri, mungkin tidak akan terkumpul sekitar 175 juta dari 2.129 donatur hanya beberapa hari setelah laman donasi diluncurkan. Sebuah hasil yang melebihi target awal yang Ananda tentukan yakni 50 juta. Melihat bagaimana DPR 'bekerja' menyusun, membahas hingga mengesahkan rancangan-rancangan UU bermasalah yang berpotensi merepresi masyarakat dan mengancam demokrasi di Indonesia, masyarakat mendukung aksi protes mahasiswa sebab mereka mewakili suara kita yang menyadari bahwa sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem yang rusak: semakin represif, opresif, abai terhadap suara rakyat dan azas-azas demokrasi," tulis Rara.

    Tak hanya Rara Sekar, penjemputan Ananda Badudu di kediamannya turut memantik sejumlah rekan seniman mengunggah tagar #BebaskanAnandaBadudu dan #KitaBersamaAnandaBadudu di antaranya musikus Lafa Pratomo, Danilla Riyadi, Monita Tahalea, Iksan Skuter, penulis Agus Noor, sutradara Gina S. Noer, Angga Sasongko, dan Joko Anwar.



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id