Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan David Noah Berakhir Damai

    Elang Riki Yanuar - 30 Agustus 2021 21:43 WIB
    Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan David Noah Berakhir Damai
    David Noah (Foto: instagram)



    Jakarta: Permasalahan utang piutang yang melibatkan Lina Yunita dengan David Noah berakhir antiklimaks. Kedua belah pihak setuju mengambil jalan damai sehingga kasusnya tidak berujung ke pengadilan.

    David tidak hadir dalam mediasi yang digelar di Polda Metro Jaya pada Senin, 30 Agustus 2021 karena sedang sakit. Dia diwakili oleh pengacaranya bermediasi selama dua jam dengan Lina bersama kuasa hukumnya.

     



    "Mediasi sudah dilakukan. Dari pertemuan dengan kuasa hukum terlapor (David), kami sudah menemukan kesepakatan dan adanya perdamaian," kata kuasa hukum Lina, Devi Waluyo.

    Sedari awal kasus ini bergulir, polisi memang mengupayakan perdamaian antara dua orang yang sebenarnya berteman itu. Apalagi, David sebelumnya sudah bersedia membayar utang perusahaan sebesar Rp1,1 miliar menggunakan uang pribadinya tapi dengan cara dicicil.

    "Perdamaian ini karena memang permintaan kuasa hukum David yang menekankan restorative justice yang intinya perdamaian. Polisi juga berharap demikian," ucapnya.

    Meski sudah sepakat berdamai, David dan Lina belum menemukan formula penyelesaian masalah, khususnya nominal yang harus dikembalikan David. Keduanya akan kembali menjalani mediasi pada Jumat mendatang.

    "Kita sudah berbicara mengenai penyelesaian. Cuma, masih belum ketemu angka yang disepakati. Ya kami sifatnya menunggu ya. Ya rencananya Jumat ini akan ada pertemuan lagi guna membahas kesepakatan akhir," tutup Devi.

    Sebelumnya, David dilaporkan ke polisi oleh Lina Yunita karena dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp1,1 miliar.

    Kisruh bermula ketika David dimintai tolong oleh temannya untuk mencari investor. David lalu ditunjuk sebagai direktur komunikasi di perusahaan A. Untuk memulai proyek, David kemudian coba meminjam kepada Lina karena sebelumnya dia sudah saling kenal.

    Melihat paparan David dan teman-temannya di PT A, Lina akhirnya setuju menaruh dananya dengan total Rp1,1 miliar. Namun, setelah uang diberikan, proyek yang sebelumnya direncanakan berjalan mundur. Pandemi membuat proyek David dan PT A dibatalkan.

    Lantaran proyek dibatalkan, Lina tentu meminta uangnya dikembalikan. Dari sinilah masalah muncul. David semakin sulit menghubungi teman-temannya direksi PT A untuk menyelesaikan utang piutang.

    Setelah dua tahun menunggu, Lina akhirnya melaporkan David dan rekan-rekannya di PT A ke polisi.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id