Djaduk Ferianto Meninggal, Jantung Hanung Bramantyo Serasa Tertusuk

    Dhaifurrakhman Abas - 13 November 2019 19:05 WIB
    Djaduk Ferianto Meninggal, Jantung Hanung Bramantyo Serasa Tertusuk
    Hanung (Foto: Medcom)
    Jakarta: Sutradara Hanung Bramantyo haru mendengar kabar meninggalnya seniman Tanah Air, Djaduk Ferianto. Hanung merasakan duka yang mendalam.

    "Pagi ini jantung saya terasa ketusuk mendengar kabar mas Jadug sudah ‘pulang’. Mata ini tak terasa basah," kata Hanung lewat Instagram @hanungbramantyo miliknya.

    Hanung akrab dengan Djaduk. Dia menganggap Djaduk sebagai salah satu mentor yang membawanya mengarungi dunia perfilman dari nol hingga menjadi salah satu sineas terbaik Tanah Air.

    "1996 akhir saya ditelepon mas Jadug untuk datang ke rumahnya. Waktu itu saya masih di Jogja. Kata beliau ke saya : ‘pak Teguh Karya berpesan, kalau mau belajar jadi sutradara, datang sendiri ke Kebon Pala, Atau kalo perlu saya yang antar," paparnya.

    Hanung menanggapi hal itu dan segera berangkat ke Ibu Kota buat menemui Djaduk untuk menimba ilmu. Pertemuan itu yang sangat membekas di hati Hanung.

    "Dengan masih polos dan gondrong ndeso, saya pergi ke Jakarta, ke sanggar teater Populer yang termasyhur itu. Saya sama sekali tak membayangkan perjalanan tersebut akan membawa saya mengarungi dunia film sampai hari ini," paparnya.

    Dia juga mengenang bagaimana Djaduk memberikan petuah terhadap Hanung agar bisa sukses di perantauan dan dunia perfilman. Hanung diminta fokus dan kuat menjalani hidup di Jakarta yang keras.

    "Sing penting fokus, Le. Disiplin lan tatag (teguh/konsisten). Jakarta ki ombo tur kejem, bedo ro Jogja!" pesan Djaduk ke Hanung

    Lambat-laun, karier Hanung mulai meroket. Hanung kemudian membangun Gamplong Studio Alam Sleman sebagai wisata edukasi dan barometer perfilman.

    Kehadiran studio itu diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Djaduk turut hadir dalam momen itu. Dia bangga dengan jalan yang ditempuh Hanung untuk mendirikan Gamplong Studio Alam Selman.

    "Mas Jadug hadir. Turut menyaksikan sampai di mana langkah saya menapak. Beliau cuma bilang : ‘elok tenan koe, bung!’ Cukup satu kata, tapi punya arti luar biasa buat saya. Rupanya kata itu ‘kata terakhir’ beliau," tutur Hanung.

    Hanung kemudian menutup kenangannya tersebut dengan sebuah kalimat duka. Dalam unggahan itu, Hanung berjanji akan selalu mengingat titah yang diberikan Djaduk terhadapnya.

    "Selamat jalan mas Jadug. Kangmas dan guruku. Selamat bertemu ayahanda Romo Bagong Kusudiarjo di Surga. ‘Aku ra bakal lali ro omonganmu," tutup Hanung.

    Seniman Tanah Air, Djaduk Ferianto, tutup usia pada Rabu dini hari, 13 November 2019 sekitar pukul 02.30 WIB. Hal ini diungkapkan kakak Djaduk, Butet Kertaradjasa lewat akun instagramnya, @masbutet.

    "RIP Djaduk Ferianto," tulis Butet dengan unggahan foto berlatar hitam bertuliskan Sumangga Gusti.

    Djaduk Ferianto merupakan seorang aktor, sutradara dan musisi berkebangsaan Indonesia. Dia adalah putra bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia, serta adik kandung dari Butet Kartaredjasa, aktor dan pemain teater asal Indonesia.

    Dalam bermusik, dia lebih berkonsentrasi pada penggalian musik-musik tradisi. Djaduk tergabung dalam salah satu kelompok musik Kua Etnika, musik humor Sinten Remen, dan Teater Gandrik.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id