Slank dan Menteri Nadiem Singgung Masalah Pendidikan Moral Siswa

    Sunnaholomi Halakrispen - 05 Mei 2021 15:56 WIB
    Slank dan Menteri Nadiem Singgung Masalah Pendidikan Moral Siswa
    Slank dan Nadiem Makarim (Foto: dok. metro tv)



    Jakarta: Grup band Slank ngobrol bareng Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim. Pada kesempatan tersebut, perwakilan guru yang sedang mengajar di Indonesia bagian Timur menanyakan terkait kurikulum yang mengarah ke moral siswa.

    Pertanyaan ini disampaikan oleh Soalihin, guru di SMP Negeri 1 Lamboya Barat, Sumba Barat. Ia menyampaikan pertanyaan dari rekan seprofesinya.

     



    "Katanya, saya suka gebrakan dari Pak Menteri saat ini. Namun bisakah Pak Menteri membuat satu gebrakan kurikulum yang lebih mengarahkan siswa untuk lebih bermoral. Jujur saja semakin ke sini semakin hilang moral siswa semenjak akhirnya beberapa aplikasi modern," ucapnya dalam program Vaksin untuk Indonesia Metro TV.

    "Ini pertanyaan yang sangat baik. Pendidikan moral itu bukan saja penguatan dari sisi kurikulum. Memang kurikulum sudah pasti, Pak Presiden sudah mengarahkan akan ada penyederhanaan dan penyempurnaan kurikulum. Itu selalu berjalan," jawab Menteri Nadiem.

    Tetapi, kata Nadiem, yang sama pentingnya ialah bagaimana anak-anak belajar. Dalam hal ini, memperhatikan bagaimana murid-murid belajar di sekolah mereka. Apabila anak-anak hanya belajar dengan duduk di dalam komunikasi satu arah, tentu berpengaruh kepada moral si anak.

    "Gurunya hanya bicara kepada mereka seharian, bagaimana mereka akan mengembangkan karakter-karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Jadi kita harus berpindah kepada metodologi di mana anak-anak itu mengerjakan proyek-proyek," paparnya.

    Khususnya, proyek-proyek sosial dengan unsur kemanusiaan. Bagi Nadiem, hal ini penting diterapkan. Sebab, tanpa cara tersebut, entah bagaimana para murid mau belajar berkolaborasi.

    "Bagaimana mereka mau belajar pancasila, kalau mereka tidak mengimplementasikan nilai pancasila itu di dalam lingkungan dia? Jadinya proyek based learning ini akan menjadi salah satu transformasi pola pembelajaran yang sangat penting," jelasnya.

    "Partisipatif team based, dan ada hasil karya nyatanya diimplementasikan. Dari situlah dia akan siap di dunia perubahan yang dengan penuh distruksi teknologi," pungkasnya.

    Vaksin untuk Indonesia


    Sementara itu, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus". Tetapi, juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat," terang drummer Slank, Bimbim.

    "Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," tambahnya.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id