Anji Ditangkap karena Ganja, Ini 8 Manfaat Ganja untuk Kesehatan

    Adri Prima - 15 Juni 2021 13:52 WIB
    Anji Ditangkap karena Ganja, Ini 8 Manfaat Ganja untuk Kesehatan
    Ilustrasi pohon ganja/Antara/Arif Firmansyah



    Jakarta: Tanaman Ganja kini sedang jadi perbincangan setelah musisi Erdian Aji Prihartanto (EAP) alias Anji ditangkap karena mengkonsumsi tanaman ilegal tersebut. Di Indonesia, tanaman ganja masuk dalam jenis narkotika golongan I. 

    Saat ini status Anji sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia terbukti mengonsumsi ganja. 
     
    "Statusnya yang bersangkutan saat ini adalah tersangka dalam tindak pidana narkotika," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ronaldo Maradona Siregar, di Mapolres Jakarta Barat, Selasa, 15 Juni 2021. 

     



    Terlepas dari fakta tanaman ganja yang digolongkan sebagai narkotika di Indonesia, namun di beberapa negara lain, penggunaan ganja sudah diperbolehkan dan diatur khususnya untuk kebutuhan medis dan terapi-terapi pengobatan. 

    Komisi Obat dan Narkotika (CND) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya. Ganja dikategorikan sebagai tanaman yang memiliki nilai untuk bahan pengobatan. Namun, Indonesia menjadi salah satu negara yang menolak keputusan tersebut. 

    Dilansir dari Healtheruropa, berikut ini beberapa manfaat tanaman ganja untuk kesehatan: 

    Meredakan nyeri kronis

    Manfaat ganja yang pertama diduga dapat meredakan nyeri kronis. Ada ratusan senyawa kimia dalam ganja, banyak di antaranya adalah cannabinoid. Cannabinoid telah dikaitkan dengan senyawa yang dapat meredakan nyeri kronis karena susunan kimianya. 

    Itulah sebabnya produk sampingan ganja seperti ganja medis biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit kronis.

    Meningkatkan kapasitas paru-paru

    Sebuah penelitian dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa ganja sebenarnya membantu meningkatkan kapasitas paru-paru daripada membahayakannya. Berbeda dengan merokok, ganja justru tidak merusak paru-paru jika dikonsumsi dalam dosis tertentu. 

    Membantu menurunkan berat badan

    Jika Anda melihat-lihat, Anda akan melihat bahwa pengguna ganja yang rajin biasanya tidak kelebihan berat badan. Itu karena ganja dikaitkan dengan membantu tubuh Anda dalam mengatur insulin sambil mengelola asupan kalori secara efisien.

    Mengatur dan mencegah diabetes

    Dengan dampaknya pada insulin, masuk akal jika ganja dapat membantu mengatur dan mencegah diabetes. Penelitian yang dilakukan oleh American Alliance for Medical Cannabis (AAMC) telah menggunakan ganja untuk menstabilkan gula darah, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. 

    Mencegah kanker

    Salah satu manfaat ganja untuk medis terbesar dari ganja adalah kaitannya dengan melawan kanker. Ada sejumlah bukti bagus yang menunjukkan cannabinoid dapat membantu melawan kanker atau setidaknya jenis tertentu darinya.

    Mengobati depresi

    Depresi merupakan salah satu hal yang banyak dialami banyak orang. Dampak depresi juga tidak main-main, bahkan ada yang berujung bunuh diri. 

    Tanaman ganja mengandung senyawa endocannabinoid yang dapat membantu dalam menstabilkan suasana hati sehingga bisa meringankan depresi.

    Mengobati autisme

    Ganja dikenal dapat menenangkan pengguna dan mengontrol suasana hati mereka. Ini dapat membantu anak-anak dengan autisme yang sering mengalami perubahan suasana hati yang hebat untuk mengendalikannya.

    Mencegah penyakit Alzheimer

    Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh degenerasi kognitif. Seiring bertambahnya usia, degenerasi kognitif hampir tidak dapat dihindari. Endocannabinoid ganja mengandung antiperadangan yang melawan peradangan otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id