Canda dr. Reisa ke Ariel Noah: Apakah yang Divaksin Orang Ganteng Duluan?

    Elang Riki Yanuar - 20 Januari 2021 19:00 WIB
    Canda dr. Reisa ke Ariel Noah: Apakah yang Divaksin Orang Ganteng Duluan?
    Ariel Noah dan dr. Reisa (Foto: youtube)



    Jakarta: dr. Reisa Broto Asmoro mengajak Ariel Noah berbincang seputar kesehatan dan pengalaman mereka divaksin covid-19. Perbincangan lintas profesi ini mengundang animo besar dari warganet.

    Ariel mendapat vaksin covid di Bandung pada 14 Januari 2021. Sementara dr. Reisa mendapat vaksin satu hari sebelumnya. Reisa mengawali perbincangan dengan canda.






    "Karena Kang Ariel sudah divaksin, terus nih katanya apa yang divaksin yang ganteng duluan? Itu di IG Kang Emil, ada yang nulis gitu. Sempat ada yang komen enggak?" tanya Reisa.

    Ariel pun tersipu malu mendapat pertanyaan seperti itu dari Reisa. Dia merendah dengan mengatakan bahwa yang disebut ganteng oleh warganet adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil.

    "Maksudnya Kang Emil itu, Kang Emil yang dimaksud," ucap Ariel tertawa.

    Obrolan kemudian berlanjut dengan santai. Reisa menanyakan kepada Ariel apakah musisi Bandung itu sempat ragu sebelum mendapat vaksin covid-19. Ariel pun mengaku sempat ragu ketika Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bandung meminta kesediaannya untuk divaksin.

    "Terus yang kepikiran pertama kali, kalau keraguan pasti ada pertama kali ya karena oke kan ada vaksin, ini vaksin apa? Karena belum tahu. 'Oke vaksin yang ini', 'tolong dong diterangin dulu'. Menurut saya sangat normal ya kalau orang mau nanya dulu apa yang dimasukin dalam badannya," ucap Ariel.

    Ariel banyak bertanya soal metode pemberian vaksin, cara kerja hingga efek sampingnya. Dia juga menjelaskan sejumlah alergi yang dimilikinya apakah berdampak atau tidak. Setelah mendapat penjelasan, Ariel bersedia masuk dalam daftar penerima vaksin covid-19 periode pertama.

    Giliran Ariel balik bertanya. Dia bertanya apakah pemberian vaksin covid-19 dilakukan seumur hidup atau dalam periode tertentu saja. Sebagai juru bicara vaksinasi covid-19, Reisa punya jawabannya.

    Menurut Reisa, vaksin covid-19 masih tergolong baru sehingga dari hasil uji klinis diketahui efeknya bertahan hingga enam bulan. Program pemerintah sejauh ini dua kali suntik dengan jarak 14 hari.

    "Vaksin ini kan termasuk vaksin yang baru. Dari uji klinis selama ini memang dia masih bertahan efeknya. Jadi ada uji klinis yang tiga bulan, enam bulan. Sejauh ini semua efeknya masih cukup tinggi di darahnya. Masih terdeteksi cukup baik. Tapi kita enggak tahu antibodi ini akan bertahan di situ berapa lama? Apakah akan menurun lagi atau akan hilang dalam jangka waktu enam bulan ini. Makanya kita masih akan dipantau beberapa bulan. Tujuannya untuk memastikan harus diulang lagi kapan," jelas Reisa.

    Reisa pun menyarankan Ariel untuk memastikan lagi pemberian vaksin kedua pada 28 Januari 2021. Ariel tampak antusias mendengar lalu memberondong Reisa lagi dengan sejumlah pertanyaan seputar vaksin.

    "Semuanya harus benar-benar vaksin dua kali. Karena kalau cuma sekali, nanti tidak dapat proteksinya dan ini penting banget," ucap Reisa.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id