Di Depan Gus Miftah, Deddy Corbuzier Bela Pandji yang Bandingkan FPI dengan NU & Muhammadiyah

    Adri Prima - 22 Januari 2021 16:49 WIB
    Di Depan Gus Miftah, Deddy Corbuzier Bela Pandji yang Bandingkan FPI dengan NU & Muhammadiyah
    Deddy Corbuzier dan Pandji Pragiwaksono (foto: intagram/pandji.pragiwaksono)



    Jakarta: Komika dan komedian Pandji Pragiwaksono kini harus dihadapkan banyak masalah usai komentarnya yang membela FPI namun justru menyudutkan dua ormas Islam lain seperti Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah

    Dalam video yang diunggah di channel Youtube miliknya, Pandji menceritakan pendapat pakar sosiolog Thamrin Tomagola di sebuah wawancara pada tahun 2012 yang saat itu menyebut FPI lebih dekat dengan rakyat. Sedangkan NU dan Muhammadiyah lebih terkesan elite sehingga jauh dari rakyat. 




    "Sering kejadian ada warga sakit, mau berobat gak punya duit, ke FPI, kadang kasih duit, kadang ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter jadi diterima. Kenapa seperti itu. Kata pak Thamrin Tomanggola, pintu ulama-ulama FPI terbuka untuk warga. Jadi orang mau datang bisa. Nah yang NU dan Muhammadiyah, karena terlalu tinggi dan elitis warga gak kesitu, warga ke nama-nama besar FPI," kata Pandji dalam videonya.

    Viralnya video Pandji membuat Deddy Corbuzier ikut membuat video podcast yang membahas masalah Pandji ini bersama narasumber salah satu ulama NU, Gus Miftah. 

    Di depan Gus Miftah, Deddy mencoba membela Pandji karena apa yang diungkapkan Pandji bukan pendapat pribadinya melainkan hanya mengutip perkataan orang lain. 

    "Maaf ya gue mencoba untuk membela ya, karena ini kata-kata (kalimat) bukan kata-kata dia (Pandji), yang membandingkan FPI, NU dengan Muhammadiyah, ini kata-kata Pak Thamrin," ujar Deddy. 

    Gus Miftah pun menjawab; "Tapi kalau Pandji enggak ngomong orang juga enggak tahu kalau pak Thamrin ngomong itu. Benar enggak ini omongan Thamrin, atau siapa saya enggak tahu, tapi saya tahu ini bahasanya dari seorang Pandji," jawab Gus Miftah. 

    Lebih lanjut, Deddy kembali bertanya letak kesalahan Pandji saat dirinya hanya sekedar menceritakan perkataan orang lain.  

    "Jadinya sulit dong untuk seseorang mengutip perkataan orang lain. Dasar kesalahannya (Pandji) di mana saat dia mebincarakan perkataan orang lain," tanya Deddy lagi. 

    Gus Miftah mengatakan kalau ia secara pribadi tidak masalah jika Pandji memang mengagumi FPI. Namun menjadi masalah baginya saat seseorang membanding-bandingkan FPI dengan NU tanpa data yang benar. 

    "Itu jadinya memprovokasi orang NU. Saya sarankan Pandji untuk Tabayun, bertanya langsung ke NU, ke Muhammadiyah. Mereka pasti menerima." 

    "Saya enggak bisa larang Pandji untuk dukung FPI, dan Pandji enggak bisa larang saya untuk mencintai NU. Tapi tidak pas ketika dia membandingkan FPI dan NU, apalagi dia bilang NU jauh dari masyarakat. Datanya dari mana," pungkas Gus Miftah.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id