Pesan Ray Sahetapy Kepada Generasi Muda Indonesia

    Media Indonesia - 15 Agustus 2016 05:43 WIB
    Pesan Ray Sahetapy Kepada Generasi Muda Indonesia
    Ray Sahetapy (Foto: Media Indonesia)
    medcom.id, Jakarta: Aktor kawakan Ray Sahetapy, 59, menyayangkan sebagian generasi muda yang belum mampu mengenal bangsa sendiri secara utuh. Pernah saat dirinya pergi ke Padang, Sumatra Barat, ia mendapati masih adanya mahasiswa lokal yang tidak mengenal pahlawan Minang, Tuanku Imam Bonjol.

    “Ini masalah serius. Sebagai generasi penerus, harus mengenal bangsa sendiri,“ ujar aktor kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah itu saat ditemui dalam peluncuran film terbarunya, Mimpi Anak Pulau, di Jakarta, Sabtu (13/8).

    Aktor bernama lahir Ferene Raymond Sahetapy itu berpendapat Indonesia sangatlah istimewa. Hal itu harus dipahami generasi muda untuk mempertebal rasa nasionalisme. “Kita ini berada di garis keseimbangan bumi, khatulistiwa. Ini sangat sakral karena matahari tidak pernah keluar dari situ,“ imbuh Ray.

    Ia menganjurkan agar generasi muda lebih banyak menambah wawasan kebangsaan melalui berbagai media, termasuk bacaan. “Indonesia memiliki sejarah panjang yang banyak tertuang di banyak literasi. Saya sendiri sangat suka baca dan lihat peta,“ tambahnya.

    Menurutnya, generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa perlu memahami Indonesia secara utuh sebagai satu negara kepulauan agar nantinya tidak ada masyarakat yang terlupakan hingga tertinggal oleh arus pembangunan.

    Masyarakat di pulau-pulau besar maupun kecil memiliki hak sama untuk maju dan sejahtera. Ray juga melihat pentingnya peran media massa dalam menyebarkan pesan nasionalisme.

    Menurutnya, orang-orang yang bergerak di dunia seni peran seperti dirinya juga turut berjuang menyampaikan pesan-pesan nasionalisme lewat ?lm.

    Termasuk ?lm terbarunya, Mimpi Anak Pulau.

    “Kalian sebarkan pesan persatuan lewat berita kalian, kami lewat film,“ kata Ray kepada insan pers yang hadir.

    Film Mimpi Anak Pulau mengangkat kisah hidup Gani Lasa, salah satu tokoh Pulau Batam. Dikisahkan, Gani kecil hidup dalam kemiskinan di Pulau Batam yang 50 tahun lalu masih tertinggal.

    Kendati demikian, si bocah Gani punya mimpi menjadi orang sukses. Ia berjuang mewujudkannya dengan bersekolah. Hasilnya, Gani menjadi salah satu dari tiga sarjana pertama dari Pulau Batam. Kini dirinya menjadi salah satu tokoh berpengaruh, sejalan dengan menjelmanya Pulau Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

    “Kisah tersebut dapat merepresentasikan kondisi dari banyak pulau-pulau terluar Indonesia. Kondisinya sering terabaikan, padahal anak-anak di sana justru sering mengembangkan panji-panji nasionalisme dan mereka ingin sejahtera seperti kita yang tinggal di kota besar,“ terang Ray.

    Oleh karena itu, dirinya juga berpesan agar media massa tidak lalai dalam memberitakan kondisi masyarakat di pulau-pulau terluar dan terpencil. Tidak semuanya seperti Batam yang akhirnya maju dalam pembangunan. Masih banyak kawasan lain yang masih tertinggal. “Indonesia memiliki ribuan pulau pulau kecil lainnya,“ ujarnya. (H-3)



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id