Polisi Rilis Hasil Autopsi Sulli

    Dhaifurrakhman Abas - 12 Desember 2019 17:27 WIB
    Polisi Rilis Hasil Autopsi Sulli
    Sulli (Foto: soompi)
    Jakarta: Kepolisian Distrik Gyeonggi Sungnam, Korea Selatan, telah menyelesaikan hasil autopsi kematian Sulli. Hasil autopsi tidak menemukan tanda-tanda pembunuhan, zat narkoba, dan racun.

    Polisi Distrik Gyeonggi Sungnam juga mengatakan bahwa kematian Sulli terjadi beberapa jam sebelum jasadnya ditemukan di kediamannya. Alhasil kasus ini diperkirakan akan segera ditutup.

    "(Sulli) meninggal dalam beberapa jam lewat tengah malam. Sebelum kasus itu dilaporkan keesokan paginya," menurut pernyataan polisi, dikutip Newsweek.

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri, ditemukan tewas di kediamannya pada 14 Oktober sekitar pukul 3:21 waktu setempat. Dia ditemukan agennya yang khawatir lantaran Sulli tak bisa dihubungi sejak malam sebelumnya.

    Saat itu, menduga Sulli meninggal karena bunuh diri. Sebab tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Namun untuk memastikannya, polisi memberikan perintah autopsi.

    "Choi sepertinya tinggal sendirian di rumah. Sepertinya dia mengambil nyawanya sendiri," kata seorang pejabat polisi saat itu.

    Sulli, mantan anggota girl grup K-pop f (x), lahir di Busan, Korea Selatan. Dia mulai populer di dunia hiburan Korea Selatan ketika terlibat dalam drama televisi Ballad of Seodong.

    Meski populer, Sulli dilaporkan sering menjadi korban perundungan daring. Dia bahkan pernah blak-blakan berbicara secara terbuka tentang penyakit fisik dan mental yang dideritanya akibat perundungan. Hingga pada Juli 2014, Sulli mengambil cuti karier setelah menderita sakit perut yang berhubungan dengan stres.

    Tidak lama setelah kematiannya, otoritas Korea dilaporkan baru berkomitmen untuk memberantas dan mencegah teror perundungan daring. Hal ini untuk mencegah komentar jahat yang mencemarkan nama baik dan mencoreng reputasi artis budaya pop.

    Para anggota parlemen Korea Selatan juga dilaporkan membentuk komite untuk membahas peraturan untuk memerangi intimidasi secara daring. Pelaku perundungan akan dikenai sanksi keras.


     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id