Joko Anwar Ungkap Tantangan Membuat Film Perempuan Tanah Jahanam

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Oktober 2019 14:11 WIB
    Joko Anwar Ungkap Tantangan Membuat Film Perempuan Tanah Jahanam
    Joko Anwar selaku sutradara film Perempuan Tanah Jahanam mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat proses pembuatan film. (Foto: Dok. MI/Pius Erlangga)
    Jakarta: Joko Anwar selaku sutradara film Perempuan Tanah Jahanam mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat proses pembuatan film yang akan tayang esok hari di bioskop Tanah Air. Tantangan tersebut diakuinya sekaligus sebagai hal yang menarik.

    "Dari mulai medan yang secara logistik susah, banyak tempat yang belum pernah dijadikan lokasi syuting bahkan orang juga enggak pernah ke sana gitu. Kita jadikan tempat syuting," ujar Joko di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Dikenal sebagai sutradara yang detail, tantangan secara teknis dalam proses pembuatan film ini paling susah. Sebab, kata Joko, film ini membutuhkan penanganan yang sangat tajam.

    "Karena kalau tidak, akan menjadi film yang tidak memuaskan. Untungnya dibantu oleh para pemain yang luar biasa, mereka sangat cerdas, brilian sekali," imbuhnya.

    Pemilihan pemain melalui proses penyaringan, sehingga bisa membawakan tiap karakter dari mereka dan mempermudah proses syutingnya. Persiapannya melalui workshop selama sekitar tiga bulan.

    "Mereka diberikan karakter profile dari mulai mereka lahir, sekolah di mana, keluarga seperti apa, sehingga mereka bisa mengembangkan karakter mereka. Ketika mereka masuk ke set, mereka sudah menjadi karakter yang sesuai, bukan pemain lagi," paparnya.

    Harapan Joko, agar nantinya dapat menjadi pameran talenta terbaik Indonesia, baik di depan maupun di belakang kamera. Joko menekankan, film yang baru digarap meskipun idenya telah ada sejak 10 tahun lalu ini penggarapannya matang.

    "Saya belum berani memfilmkannya sebelum saya tahu bahwa saya cukup matang untuk memfilmkannya. Petimbangannya, kemampuan directing saya harus lebih matang, karena ini script favorit saya," akunya.

    Bagi Joko, cerita dalam filmnya kali ini sangat kompleks, namun bisa digunakan untuk merefleksikan diri di tengah masyarakat. Sementara itu, meskipun merupakan film horor, Joko mengaku tidak ada pengalaman horor atau mistik selama proses penggarapan film tersebut.

    Film Perempuan Tanah Jahanam diproduksi Base Entertainment, bekerja sama dengan Ivanhoe Pictures, Rapi Films, Logika Fantasi, dan CJ Entertainment. Ide cerita telah dipersiapkan sejak 10 tahun lalu oleh Joko Anwar, yang menyutradarai sekaligus menulis naskah.
     
    Maya (Tara Basro), mengawali cerita Perempuan Tanah Jahanam dengan rasa penasaran. Perempuan kota ini kemudian pergi ke desa tujuan bersama sahabatnya, Dini (Marissa Anita) untuk memecah teka-teki keluarganya.
     
    Perempuan Tanah Jahanam melalui proses produksi selama Maret hingga April 2019 di beberapa sudut wilayah Jawa Timur. Di antaranya, desa di Banyuwangi, Lumajang, Gunung Ijen, dan beberapa tempat lainnya.

    Beberapa pemain dari latar berlakang berbeda (bukan kalangan artis) berasal dari kawasan Malang, Gempol, Bromo, Banyuwangi, Ijen, Lumbang, dan Lumajang ikut bermain dalam film menemani Tara Basro, Marissa Anita, Asmara Abigail, Aghniny Haque, dan Ario Bayu. Film ini dalam peredaran internasional diberi judul Impetigore.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id