Alasan White Shoes & The Couples Company Selalu Tampilkan Wajah Personel di Sampul Album

    Elang Riki Yanuar - 07 April 2021 20:44 WIB
    Alasan White Shoes & The Couples Company Selalu Tampilkan Wajah Personel di Sampul Album
    Sampul Album 2020 (Foto: dok. White Shoes & The Couples Company)



    Jakarta: White Shoes & The Couples Company belum lama ini merilis album penuh mereka yang berjudul 2020. Band asal Jakarta ini rupanya masih menjalani tradisi lama yaitu menampilkan wajah para personel di sampul album.

    2020 merupakan album penuh ketiga White Shoes & The Couples Company. Album debut mereka yang dirilis pada 2005 menghadirkan personel karena ingin memperkenalkan wajah ke calon pendengar.






    Di album kedua yang berjudul Vakansi, White Shoes & The Couples Company menampilkan para personelnya sedang berdiri di depan pesawat. Di album 2020,  Aprilia Apsari, Saleh Husein, Yusmario Farabi, John Navid, Aprimela Prawidyanti, dan Ricky Surya Virgana menggunakan konsep serupa.

    "Salah satu kebiasaan kami memang pakai sampul foto dengan foto personel. Di album pertama karena belum ada yang tahu jadi potret profil semuanya. Tanpa foto personel kami juga menghargai bentuk art yang lain. Tapi karena alasan marketing ya kami harus realistis, calon pendengar pasti ingin tahu wujud visualnya seperti apa. Ternyata keterusan sampai sekarang," kata sang vokalis, Sari dalam jumpa pers virtual.

    White Shoes & The Couples Company menghadirkan 11 lagu di album baru di antaranya, "Rumah", "Irama Cita", "Folklor", "Hidup Hanya Sekali", "Sam dan Mul", "Portrait of S.A.S", "Variasi Barongko", "Hey Waktu! Kau Kalah!!", "Oktober", "Semalam", dan "Halaman Ekstra". Mereka mengajak sejumlah rekan untuk terlibat penggarapan musik album ini seperti Adra Karim hingga Aradea Barandana.

    "Ada banyak banget yang terlibat. Sal Priadi, Oom Leo juga, jadi teman-teman juga lah," kata Ale, sapaan akrab Saleh Husein.

    Ada jeda waktu 10 tahun bagi White Shoes & The Couples Company untuk melepas album terbaru mereka. Meski sempat terkendala pandemi, album yang disiapkan sejak 2019 ini tetap berhasil mereka buat. Hasilnya, isi album ketiga ini dianggap para personel White Shoes lebih mencerminkan kedewasaan mereka dalam menentukan konsep bermusik.

    "Januari (2020) sudah mulai masuk studio, Maret mulai pandemi tapi tidak susah sih karena kita tetap mengikuti protokol. Kalau studionya diharuskan tutup ya enggak bisa rekaman. Terus semprot-semprot dulu di studio. Enggak banyak ribetnya. Paling masalah jadwal yang agak susah," ujar Sari.




     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id