• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gamelan Sempurnakan Musik Rock Riki Putra

Elang Riki Yanuar - 13 Maret 2018 20:53 wib
Riki Putra (Foto: dok. pribadi)
Riki Putra (Foto: dok. pribadi)

Jakarta: Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda. Salah satunya dengan menggabungkan dengan musik yang punya segmen lebih luas seperti rock. Hal itulah yang dilakukan seniman muda, Riki Putra yang memadukan gamelan dengan musik rock.

Kepedulian Riki pada musik tradisional justru muncul ketika dia masih mengemban ilmu di Musician Institute, Amerika. Bagi Riki, kehadiran gamelan justru menyempurnakan musik rock yang sejak dulu dia cintai.

"Memainkan musik rock yang dipadukan dengan gamelan mempunyai nilai tambah tersendiri. Musik rock itu sudah ramai dan peminatnya banyak. Gamelan itu alat musik yang sempurna dan elegan, jadi bisa dibayangkan seperti apa megah dan menariknya ketika mendengarkan rock-gamelan," kata Riki Putra dalam keterangan tertulisnya.

Kreativitas adalah kunci untuk mengembangkan musik tradisional. Hal itu dibuktikan Riki melalui album perdananya yang berjudul Gamelan Rules. Dalam album yang dirilis pada 2017 itu, Riki banyak memasukkan unsur rock, pop hingga jazz yang berpadu dengan musik tradisional.

Semua musik itu semakin apik berbaur dengan lirik-lirik lagu yang penuh makna mendalam. Sebut saja seperti lagu Kelak Kau Kan Ditanya, Sewo atau Here it Comes.



"Jangan sampai musik tradisional kita tergerus zaman, apalagi musik luar kini cepat sekali perkembangannya. Kita harus bangga dengan budaya lokal dan jangan malu untuk memperdengarkannya ke mancanegara," ujarnya.

Tahun lalu, Riki sudah menggelar konser Gamelan Rules di Taman Budaya Yogyakarta. Sejumlah konser dengan orkestra yang tak kalah megah sedang dia siapkan.

"Indonesia itu punya ribuan nilai budaya yang bisa dikembangkan, namun pada kenyataannya, justru orang luar negeri yang memiliki minat budaya Indonesia, terbukti ketika aku mulai mempopulerkan batik Samskara saat masih kuliah di Amerika. Aneh kalau di dalam negeri kita malah tidak peduli sama budaya kita. Padahal Indonesia kaya akan berbagai budaya," kata musisi kidal ini.




(ELG)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.