SID Belum jadi Prioritas Tampil Lagi di Soundrenaline

    Elang Riki Yanuar - 06 September 2019 16:24 WIB
    SID Belum jadi Prioritas Tampil Lagi di Soundrenaline
    Superman Is Dead (Foto: Antara/Ismar Patrizki)
    Jakarta: Widi Puradiredja menegaskan bahwa Superman Is Dead (SID) tidak menjadi penampil di acara Soundrenaline 2019. Menurut Widi yang bertindak sebagai kurator musik Soundrenaline, banyak faktor yang membuat band asal Bali itu kembali tidak dilibatkan di Soundrenaline.

    Seperti tahun sebelumnya, acara Soundrenaline 2019 kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali pada 7-8 September. Sebagai tuan rumah, musisi Bali turut dilibatkan dalam Soundrenaline. Namun, Widi menganggap masih banyak musisi Bali selain SID yang bisa mewakili kota mereka untuk tampil di Soundrenaline.

    "Dari tahun lalu SID memang belum menjadi prioritas sebagai headliner. Dari kita ada wakil Bali seperti, Navicula, hip hop seperti Mukarakat. Kolaborasi seniman Bali juga banyak. Intinya tidak harus SID kalau untuk mewakili musisi Bali. Banyak banget," ujar Widi Puradiredja saat berbincang dengan Medcom.

    Widi menyebut banyak faktor yang membuat SID tidak dilibatkan lagi dalam Soundrenaline. Meski tidak menjelaskan secara gamblang, Widi mengisyaratkan jika sikap lantang SID khususnya di isu Tolak Reklamasi Benoa membuat pihak penyelenggara sedikit enggan mengajak mereka. Padahal, sebelum banyak bersuara mengenai isu politik seperti reklamasi Benoa, SID termasuk salah satu band langganan tampil di Soundrenaline.

    "SID memang tidak main. Dia beberapa tahun ini... Banyak faktorlah ya. Mereka kan sedikit 'kencang'. Sementara Soundrenaline ini kan wadahnya semua musisi untuk berkreasi. Kalau SID punya agenda sendiri, itu tidak ada hubungannya dengan Soundrenaline," jelas Widi.

    Meski tidak ada SID, Widi menjamin Soundrenaline 2019 tetap berlangsung meriah. Tidak hanya melibatkan band luar negeri seperti Suede, tapi juga menghadirkan band lokal seperti Seringai, Fourtwnty, Jason Ranti, Barasuara dan nama-nama baru seperti Fiersa Besari hingga Pamungkas.

    "Kita ajak nama yang lagi naik. Seperti Fiersa Besari. Lalu ada nama yang by request. Kalau request-nya tinggi kita pertahankan seperti The Sigit. Nama baru juga banyak seperti Pamungkas, Ardhito Pramono. Kalau gue sih, manggungnya harus keren. Karena banyak yang sudah punya rilisan tapi belum terbukti secara panggung," terangnya.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id